
Pelayanan Kristen Tidak Terbatas pada Suku dan Agama
Suku dan agama bukanlah batasan dalam pelayanan Kristen. Kita perlu menyadari bahwa pelayanan tidak hanya ditujukan kepada orang-orang yang sesuku atau seagama dengan kita. Prinsip utama pelayanan Kristen adalah menghadirkan kasih Allah kepada siapa pun yang membutuhkan. Kasih itu tidak memandang latar belakang sosial, budaya, suku, maupun agama.
Teladan Yesus: Kasih yang Melampaui Batas
Yesus sendiri telah memberikan teladan pelayanan yang melampaui batas-batas sosial dan keagamaan. Ia berbicara dengan perempuan Samaria, menyembuhkan anak seorang perwira Romawi, bahkan memuji iman seorang perempuan Kanaan. Dalam setiap tindakan-Nya, Yesus menunjukkan bahwa kasih Allah tidak terbatas pada satu kelompok tertentu saja. Kasih-Nya merangkul semua orang.
Mengasihi Mereka yang Berbeda
Ini berarti, sasaran pelayanan kita bisa saja berasal dari mereka yang berbeda, bahkan dari kalangan yang secara tradisi atau keyakinan berbeda dengan kita. Bahkan termasuk mereka yang mungkin membenci atau memusuhi kita. Inilah tantangan sekaligus panggilan dalam pelayanan Kristen: mengasihi tanpa syarat.
Kasih Allah yang Menyeluruh, Tanpa Memandang Suku dan Agama
Karena itu, jika gereja—termasuk GKI Kelapa Cengkir—melayani non-Kristen, janganlah kita terlalu cepat menyalahkan atau mencurigai. Justru, inilah bentuk nyata dari kasih Allah yang menyeluruh dan tidak terbatas. Sama seperti kasih Allah dalam Yesus Kristus yang ditujukan kepada semua orang. Ia tidak memandang golongan, suku dan agama (Yohanes 3:16). Demikian pula, pelayanan kita harus mencerminkan kasih yang universal itu.
Kasih dalam Tindakan, Bukan Sekadar Kata
Firman Tuhan dalam 1 Yohanes 3:18 mengingatkan: kasih tidak cukup hanya diucapkan. Kasih harus diwujudkan dalam tindakan nyata dan dalam kebenaran. Artinya, pelayanan kita tidak boleh berhenti pada kata-kata. Kasih harus menjadi nyata, menyentuh kehidupan orang lain, menjangkau mereka yang membutuhkan, terutama mereka yang tersingkirkan.
Refleksi dan Tindakan: Diakonia yang Mewujudkan Kasih
Pertanyaan penting untuk kita renungkan bersama: Sudahkah kita sebagai GKI Kelapa Cengkir dan sebagai anggota jemaat melaksanakan diakonia yang konkret? Apakah bentuk diakonia kita mencerminkan kasih Kristus yang merangkul semua orang? Apakah kasih itu sampai kepada mereka yang berbeda suku dan agama?
Semoga tulisan ini menjadi berkat. Atau setidaknya menjadi pengingat. Apalagi kita baru saja merayakan Paskah, momen ketika kita menerima kasih Allah dalam Kristus. Maka kini saatnya bertanya: sudahkah kita mengasihi sesama secara nyata? Sudahkah kasih itu menjadi tindakan, bukan hanya kata?
Tuhan Yesus Memberkati. Amin.

