Mata Iman #236: Seribu Mulut

MATA IMAN #236
Senin, 16 November 2020

Bacaan: Matius 15:10-20
Nas: Tetapi apa yang keluar dari mulut berasal dari hati dan itulah yang menajiskan orang. (ay 18).

SERIBU MULUT

Terus terang sampai saat ini, saya belum bisa move on dari rasa kehilangan Ki Seno Nugroho, dhalang kondang dari Yogyakarta. Saya cerita sedikit kenapa saya ngefans dengan dhalang ini. Dia itu jenaka, tidak hanya pada bagian limbukan dan goro-goro dia melucu, tetapi di adegan peperangan pun dia bisa menyelipkan dialog-dialog lucu. Dia juga mampu mengubah suara dengan kilat sesuai tokoh wayang yang dimainkan, seolah-olah suaranya merasuk ke tokoh wayang tersebut. Oleh penggemarnya, dia dijuluki “dhalang seribu mulut”. Waduh, seribu mulut? Saya mempunyai satu mulut saja setengah mati untuk mengendalikannya.

Yesus mengetahui bahwa manusia itu susah untuk menjaga mulutnya. Maka Dia memperingatkan para murid-Nya untuk menjaga mulutnya masing-masing agar tidak sembarangan sehingga bisa menajiskan diri. Apa yang keluar dari mulut berasal dari hati, maka berhati-hatilah menjaga hati agar terkendali juga ucapan dari mulut. Yesus pun menganggap bahwa orang Farisi dan ahli Taurat gemar menjaga hal-hal yang terkait dengan ritual dan adat istiadat, tetapi lupa menjaga hati.

Marilah kita selalu belajar menjaga hati dan mengisinya dengan hal-hal yang baik, hal-hal yang positif, serta selalu bersyukur. Niscaya dengan demikian ucapan yang keluar dari mulut kita juga hal-hal yang manis, yang sedap didengar dan membangun jiwa orang yang mendengarkannya. Hal ini tidaklah gampang, tetapi jika kita mohon pertolongan Roh Kudus, percayalah bahwa kita akan dimampukan. (ENO)

MANUSIA BUTUH DUA TAHUN UNTUK BELAJAR BERBICARA, TETAPI UNTUK BELAJAR TUTUP MULUT BUTUH WAKTU SEUMUR HIDUP.

———————-
Informasi seputar GKI Kelapa Cengkir dapat diakses melalui :
Whatsapp by wa.me/+6281388901368
Website (http://gkikelapacengkir.org)
Instagram (@gkikelapacengkir)

You May Also Like

About the Author: gkikelapacengkir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Fatal error: Uncaught wfWAFStorageFileException: Unable to save temporary file for atomic writing. in /home/u7049137/public_html/wp-content/plugins/wordfence/vendor/wordfence/wf-waf/src/lib/storage/file.php:34 Stack trace: #0 /home/u7049137/public_html/wp-content/plugins/wordfence/vendor/wordfence/wf-waf/src/lib/storage/file.php(658): wfWAFStorageFile::atomicFilePutContents('/home/u7049137/...', '<?php exit('Acc...') #1 [internal function]: wfWAFStorageFile->saveConfig('livewaf') #2 {main} thrown in /home/u7049137/public_html/wp-content/plugins/wordfence/vendor/wordfence/wf-waf/src/lib/storage/file.php on line 34