Mata Iman #44: Terdisrupsi? Ikuti Normalitas yang Dibaharui Allah!

MATA IMAN #44

Ayat Bacaan: Kisah Para Rasul 10: 1-48

Nas: Ia berkata kepada mereka: “Kamu tahu, betapa kerasnya larangan bagi seorang Yahudi untuk bergaul dengan orang-orang yang bukan Yahudi atau masuk ke rumah mereka. Tetapi Allah telah menunjukkan kepadaku, bahwa aku tidak boleh menyebut orang najis atau tidak tahir. (ayat 28)

Terdisrupsi? Ikuti Normalitas yang Dibaharui Allah!

Siapa sih yang suka dengan kondisi yang mendisrupsi kita sekarang ini? Pelajar dan pendidik yang biasanya bertukar ilmu lewat tatap muka, kini dilakukan dengan tatap gadget. Para pekerja yang setiap hari berangkat ke kantor, berubah pola kerjanya: ada yang masuk dengan sistem piket, ada yang sepenuhnya bekerja dari rumah, atau bahkan ada yang dirumahkan. Persekutuan umat percaya yang biasanya dilaksanakan secara komunal di gedung gereja atau rumah jemaat, sekarang tak bisa melihat dan berjabat tangan satu dengan lainnya secara langsung. Terdisrupsi tentu bukan hal yang menyenangkan karena kita tercabut dari kebiasaan lama.

Dalam kisah ini, Rasul Petrus, sebagai bangsa Yahudi, juga terdisrupsi dari ideologinya. Bangsa Yahudi, sebagai pecahan dari Kerajaan Israel, memahami bahwa mereka istimewa, sehingga membuat mereka tidak mudah bergaul dengan bangsa lain, bahkan dengan orang Samaria, yang sebenarnya satu rumpun dengan mereka. Dari sini kita dapat memahami bahwa Petrus juga awalnya memiliki ideologi bahwa seorang Yahudi dilarang keras bergaul dengan orang-orang bukan Yahudi, atau bahkan masuk ke rumah mereka.

Tuhan pun mencabut ideologi Petrus dan menggiringnya pada normalitas ilahi yang baru. Melalui tiga kali penglihatan akan binatang berkaki empat, binatang menjalar, dan burung, Petrus pun terdisrupsi dari pemahamannya untuk tidak menajiskan orang non-Yahudi. Petrus menerima normalitas ilahi yang Tuhan berikan, sehingga keluarga Kornelius beserta sanak saudaranya dan sahabatnya mengenal Kristus.

Disrupsi yang terjadi dalam kehidupan kita saat ini pun, sangat mungkin sebuah rangkaian rencana ilahi. Tuhan merencanakan sebuah normalitas ilahi yang membaharui hidup kita. Dengan peka akan suara Tuhan, serta melihat tantangan disrupsi sebagai cara untuk memuliakan nama Allah, maka Dia tentu akan menguatkan dan menyertai kita untuk menjalani kehidupan. (AS)

TURUTLAH BERKOLABORASI DALAM NORMALITAS ILAHI YANG MEMBAHARUI HIDUP KITA

———————————
Informasi seputar GKI Kelapa Cengkir dapat diakses melalui :
Whatsapp by (081388901368)
Website (http://gkikelapacengkir.org)
Instagram (@gkikelapacengkir)

You May Also Like

About the Author: gkikelapacengkir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *