Mata Iman #43: Momento Mori

MATA IMAN #43

Bacaan: Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, karena tak ada pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan dan hikmat dalam dunia orang mati, ke mana engkau akan pergi. (Pengkhotbah 9:10)

MEMENTO MORI

Ingatlah akan kematian; itulah terjemahan ungkapan bahasa Latin yang menjadi judul renungan hari ini.

Rabu 29 April, saya membaca posting seorang teman di Facebook. Pendeta JE Awondatu telah berpulang. Saya tidak pernah bertemu atau mendengar khotbah beliau bahkan tidak tahu singkatan JE pada nama depannya. Hanya dari Google saya dapatkan informasi, mendiang pernah menjadi gembala GPdI Cianjur dan untuk pertama kali saya melihat fotonya; tetapi saya cukup akrab dengan beberapa lagu pujian ciptaannya, misalnya: Tuhan Yesus setia Ia sahabat kita atau lagu El Shaddai.

Selesai membaca, saya scroll dan menemukan posting video; sekelompok pria berpakaian jas menari-nari sambil mengusung peti jenazah diiringi musik yang upbeat. Prosesi pemakaman yang identik dengan kesedihan dan seram, jadi terkesan jenaka dan menghibur. Tetapi bayangkan, jika mereka mendadak tiba di depan pagar rumah dengan alunan melodi Coffin Dance dan berkata “Monggo naik…” Masih terasa lucu atau takut?

Kitab Pengkhotbah menegaskan bahwa segala sesuatu di dunia ini hanyalah sementara, termasuk pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan dan hikmat. Setiap orang yang menyadari bahwa hidup ini berharga tetapi singkat, akan bersungguh-sungguh dalam menjalankan pekerjaannya. Sesuatu menjadi berharga, termasuk pekerjaan, bila disadari bahwa sesuatu itu tidak selamanya ada.

Semua makhluk hidup suatu saat pasti akan mati. Hanya Tuhan yang paling mengetahui misteri kehidupan dan kematian. Kalau kata Ari Lasso s’gala yang terjadi dalam hidupku ini adalah sebuah misteri ilahi
Nah, apa yang sudah dan sedang Anda kerjakan dan hasilkan selama masih hidup? Kelak, Anda ingin dikenang sebagai siapa dan bagaimana kisah yang muncul saat orang menelusuri nama Anda di Google? Firman Tuhan mengingatkan agar kita terus melakukan segala hal yang dipercayakan dengan sebaik-baiknya, sehingga tak ada penyesalan dan dapat meninggalkan kenangan yang memberi berkat bagi mereka yang masih ada di dunia. (YOD)

Kenangan kepada orang benar mendatangkan berkat
(Amsal 10:7a)
———————————
Informasi seputar GKI Kelapa Cengkir dapat diakses melalui :
Whatsapp by (081388901368)
Website (http://gkikelapacengkir.org)
Instagram (@gkikelapacengkir)

You May Also Like

About the Author: gkikelapacengkir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *