Ibadah Pembinaan, 15 Juli 2018: Tanya-Jawab Tertulis

Nama    : Immanuel (No HP / WA: 0818946***)

Email    : i.a.indrawan@gmail.com

Pertanyaan: Menghayati keutamaan Yesus Kristus sebagai Raja, Nabi, Imam dalam hidup sehari-hari. Apakah spiritualitas Ignatian sama dengan hal itu? Apabila dapat diterapkan dalam kehidupan kekristenan profesional?

 

Jawaban:

Spiritualitas Ignasian adalah spiritualitas yang berdasarkan latihan Rohani St. Ignasius. Inti dari spiritualitas yang dikemukakan oleh St. Ignasius bahwa segala sesuatu selalu diawali atau bermula dari Allah dan kembali kepada Allah. Jadi, Allah menyatakan karya-Nya kepada kita dan kita pun turut mengambil bagian dalam karya tersebut.

 

Dalam hal ini, spiritualitas Ignasian berbeda dengan penghayatan akan keutamaan Kristus karena merupakan dua topik pembahasan yang berbeda. Namun, jika kita menghubungkan spiritualitas Ignasian dengan pola pikir kekristenan maka memiliki pola pikir yang sama bahwa segala sesuatu selalu diawali dengan karya Allah bagi kita (katabasis) dan karya kita bagi Allah (anabasis). Bahkan, cara pikir (katabasis-anabasis) ini harus kita hayati dan terapkan di dalam seluruh aspek kehidupan kita sebagai orang Kristen termasuk dalam profesi kita. Jika kita menghayati bahwa profesi yang kita miliki merupakan ‘karya Allah bagi kita’ maka kita akan melakukan / menjalani profesi kita sebagai ‘karya kita bagi Allah’. Dampaknya, kita akan bekerja dengan baik, melakukan dan menghasilkan yang terbaik dalam pekerjaan kita sebagai wujud ibadah kita kepada Tuhan (Kolose 3:23)

 

 

Nama    : Tiara (No HP / WA: 0811800***)

Email    : ambrosign@yahoo.co.uk

Pertanyaan: apakah peran “multi” Yesus sama dengan Trinitas? Terima kasih, Tiara, 15/7/18.

 

Jawaban:

Peran “multi” Yesus tidak sama dengan Trinitas karena merupakan dua topik yang berbeda. Dalam hal ini, kita tidak memahami bahwa ‘Yesus menjalankan multi peran sebagai Nabi, Imam, Raja, Hakim, …’ namun seluruh ‘peran’ yang melekat pada diri Yesus adalah bagian dari Keilahian dan Kemanusiaan Kristus di dalam menggenapi, menyelesaikan dan menyempurnakan karya keselamatan Allah bagi dunia.

 

Dari Bp. Suhartono (0816-1343-***)

Pertanyaan: Dalam ibadah pembinaan kemarin Bapak mengatakan bahwa Yesus bukan mengajarkan ‘kebaikan’, tapi mengajarkan ‘kebenaran’. Mohon dapat dijelaskan yang lebih rinci karena kalau ini ditangkap sama anak2 muda bisa menimbulkan persepsi yang lain, karena menurut saya Yesus adalah teladan dalam mengajarkan kebaikan sekaligus kebenaran. Saya menyampaikan ini supaya jangan sampai ada salah penafsiran dari jemaat, khusuanya anak2 muda …… Seperti saudara2 kita di katolik (maaf), ada yang sering menafsirkan boleh berbuat yang tidak baik, karena ada ‘pengakuan dosa’.

 

Jawaban:

Logika ‘baik dan benar’ ialah ‘sesuatu yang baik belum tentu benar namun sesuatu yang benar selalu berbuahkan kebaikan’. Contohnya, ketika ada orang Kristen berbohong demi kebaikan. Menurut dirinya dan orang yang ditolong itu baik namun ‘berbohong’ tetaplah tidak benar. Contoh lain: seorang remaja yang menolong temannya saat ujian agar memperoleh nilai yang baik. Bagi dirinya dan teman yang ditolong, itu baik namun ‘menyontek’ tetap perbuatan tidak benar. Jika kita boleh jujur, seringkali kita mengukur dan menilai sesuatu itu baik menurut ukuran pemikiran dan pembenaran diri kita sendiri. Mengapa? Karena kita punya kepentingan tertentu dan tidak ingin dipersalahkan ketika melakukan hal tersebut. Jadi ‘baik’ itu relatif jika hanya didasarkan penilaian manusia. Oleh karena itu, ‘sesuatu yang baik, betul-betul baik hanya jika itu benar atau sesuai dengan kehendak Tuhan dan firman-Nya’.

 

Yesus Kristus pernah mengatakan bahwa ‘Ia adalah Jalan, Kebenaran dan Hidup’. Yesus hadir berkarya di dunia bukan untuk menjadi ‘orang baik’ dan sekedar mengajarkan ‘kebaikan’. Yesus Kristus adalah Sang Kebenaran, yang hadir menyatakan dan mengajarkan kebenaran – firman Allah. Maka, kita pun dipanggil untuk menjadi ‘orang benar’, yaitu bukan hanya menjauhi yang salah tapi melakukan hal yang benar sesuai dengan nafas dan nilai-nilai Kerajaan Allah. Ketika kita melakukan hal yang benar, kita pun menyatakan pekerjaan yang baik.

 

Jika ada jemaat yang masih ingin berbagi dan belajar bersama, silahkan menghubungi Pdt. Lukman Halim di nomor WA (082134380380) atau email  (lukmanhalim82@gmail.com)

You May Also Like

About the Author: gkikelapacengkir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Fatal error: Uncaught wfWAFStorageFileException: Unable to save temporary file for atomic writing. in /home/u7049137/public_html/wp-content/plugins/wordfence/vendor/wordfence/wf-waf/src/lib/storage/file.php:34 Stack trace: #0 /home/u7049137/public_html/wp-content/plugins/wordfence/vendor/wordfence/wf-waf/src/lib/storage/file.php(658): wfWAFStorageFile::atomicFilePutContents('/home/u7049137/...', '<?php exit('Acc...') #1 [internal function]: wfWAFStorageFile->saveConfig('livewaf') #2 {main} thrown in /home/u7049137/public_html/wp-content/plugins/wordfence/vendor/wordfence/wf-waf/src/lib/storage/file.php on line 34