Doa

Kita terbiasa berdoa entah pada waktu akan tidur atau bangun tidur, pada waktu akan makan atau sesudah makan, juga pada waktu akan atau sesudah bepergian. Namun, sadarkah kita bahwa bisa saja kita salah berdoa sehingga kita tidak menerima apa-apa walaupun kita sudah berdoa, karena yang kita minta hanya sekedar untuk memuaskan hawa nafsu kita (Yakobus 4:3). Kita tidak boleh sembarangan berdoa.

Doa adalah salah satu jalan yang paling tidak berjarak—Ia sejauh doa untuk mengungkapkan syukur, permohonan, dan pengharapan kepada Tuhan.

DOA DI DALAM ALKITAB

Di dalam Alkitab terdapat bermacam-macam doa dan yang sering kita lakukan, antara lain:

  • pujian dan ucapan syukur
  • permohonan, untuk diri sendiri maupun untuk orang lain
  • saat dalam situasi khusus (sakit; kesulitan dll.)
  • ketika dalam kumpulan orang percaya.

Di dalam Kitab Mazmur sering juga dicantumkan doa lengkap seperti dalam Mazmur 12:1–5 dan Mazmur 13, tetapi kadang-kadang sangat singkat (Matius 11:25–26; 26:39), bahkan tidak jarang hanya sekedar disebut (1 Tesalonika 1:2). Dari berbagai contoh doa yang ada di Alkitab kita perlu belajar dari Doa Bapa Kami kalau kita ingin mengucapkan doa yang benar dan yang berkenan kepada Allah.

DOA “BAPA KAMI”
Bapa Kami yang Di Surga

Alkitab memuat“Doa Bapa Kami” dua kali (Matius 6:9–13; Lukas 11:1–4). Kata “Bapa kami” dalam “Doa Bapa Kami” paling tidak menunjukkan dua hal yaitu: Allah kita bukanlah Allah yang jauh, tetapi “Allah yang dekat dan akrab dengan kita” karena itu kita (manusia) boleh menyapa Dia (Allah) dengan Bapa. Ia bukan Allah sekelompok orang saja, melainkan “Allah dari semua orang”, ini adalah hal yang kedua. Dia tidak boleh diperlakukan sembarangan, Dia adalah Allah yang berjarak dengan kita. Ini cocok dengan kata selanjutnya “dikuduskanlah nama-Mu” tugas panggilan dari setiap orang percaya, yaitu menguduskan nama-Nya bukan hanya dengan kata-kata, tetapi juga dengan sikap hidup dan perbuatan. 

Datanglah Kerajaan-Mu

Kemudian, kata “datanglah kerajaan-Mu”. Kata “kerajaan” bukan menunjuk tempat, tetapi hal pemerintahan Allah sebagai raja”. Mungkin akan menjadi lebih jelas kalau dalam sebuah pertanyaan, kalau Allah memerintah sebagai raja kira-kira apa yang akan ada? Kalau Allah memerintah sebagai Raja, yang menandai adalah “kasih, Keadilan, Kedamaian dan kesejahteraan. Jika demikian, kembali kita berhadapan lagi dengan tugas panggilan setiap orang percaya. Kedatangan Kerajaan Allah tidak hanya dioakan dan diharapkan, tetapi diusahakan (walau ini tidak berarti bahwa Kerajaan Allah tergantung pada usaha manusia) melalui sikap hidup dan perbuatan.

Jadilah Kehendak-Mu

Kita berdoa bukan untuk memaksakan, melainkan menyerahkan apa yang kita gumulkan ke dalam tangan-Nya.

Berikanlah Kami Makanan yang Secukupnya

“Beri kami hari ini, makanan yang secukupnya”, kalimat ini paling tidak mengingatkan kita tentang dua hal, yaitu setiap hari kita sangat tergantung pada berkat-Nya dan mengingatkan agar kita tidak serakah.

Ampunilah

“Ampunilah kesalahan kami, seperti kami telah mengampuni orang yang bersalah pada kami”. Kalimat dalam doa Bapa Kami ini mau mengatakan bahwa ada hubungan antara pengampunan kita terhadap kesalahan orang lain kepada kita dengan pengampunan yang Allah berikan terhadap dosa-dosa kita kepada-Nya (ingat perumpamaan pengampunan seorang raja kepada hambanya yang berhutang 10.000 talenta tetapi yang tidak bisa mengampuni sesamanya yang hanya berhutang 100 dinar kepadanya dalam Matius 18:21–35).

Janganlah Membawa Kami ke dalam Pencobaan

“Jangan bawa kami dalam pencobaan melainkan lepaskanlah kami dari yang jahat”. Kita memohon agar Allah menjaga kita dan tidak membiarkan diri kita masuk dalam pencobaan. Dengan demikian, kita dilepaskan dari yang jahat. 

Jelaslah bahwa Tuhan Yesus tidak hanya hendak mengajar para murid-Nya bagaimana berdoa, walaupun mula-mula “Doa Bapa Kami adalah jawaban Tuhan Yesus kepada para murid yang meminta tentang bagaimana seharusnya berdoa (Lukas 11:1–4). “Doa Bapa Kami” juga hendak memberikan sebuah pengajaran. Tuhan Yesus mau agar para murid-Nya hidup seperti yang Ia ajarkan itu. Saya kira ini berlaku juga bagi para murid-Nya pada zaman kini, yaitu kita. Di mana pun kita dihadirkan oleh Allah, di sana kita berjuang untuk menghadirkan kasih, keadilan, kedamaian dan kesejahteraan. Itulah hidup yang bermakna, yang menjadi berkat bagi orang lain.

APA ITU DOA 

Ada yang mengatakan doa adalah napas hidup orang percaya, definisi seperti ini hendak menekankan pentingnya doa bagi orang percaya. Sama seperti manusia tidak mungkin hidup tanpa nafas demikian pula tidak mungkin kita dapat hidup sebagai orang percaya tanpa doa. Doa memang memegang peranan yang sangat penting bagi orang percaya. Tuhan Yesus sendiri dalam Lukas 18:1 menegaskan agar orang percaya berdoa dengan tidak jemu-jemu. 
Dialog dengan Tuhan
“Doa adalah dialog dengan Allah”, definisi ini juga mau mengatakan pentingnya komunikasi dengan Allah dan sekaligus juga mau menekankan bahwa doa adalah respons kita terhadap apa yang Allah Firmankan
SETIAP DOA DIKABULKAN?

Sabarlah, yang pasti adalah Dia tidak pernah terlambat, Dia akan memberi tepat pada waktunya. Kitalah yang sering tergesa-gesa bahkan seringkali tidak sabar menunggu. Bisa juga Tuhan menjawab dengan“tidak….yang lain saja”. Seperti anak kecil kita meminta sesuatu yang menurut pandangan kita baik, padahal tidak kita butuhkan atau bahkan membahayakan kita, maka sebagai Bapa yang baik, Allah tidak memberikan apa yang kita minta, tetapi Dia memberikan yang lain yang justru kita butuhkan.

KEPADA SIAPAKAH SEHARUSNYA KITA BERDOA?

Alamat doa kita adalah kepada Allah. Mungkin kita pernah merasa malu dan berkata tidak bisa berdoa karena kita tidak mampu berkata-kata indah pada waktu berdoa. Syukur kalau kita mampu berdoa dengan kata-kata yang indah, tapi bukan ini yang terpenting.

APAKAH DOA HARUS PANJANG? 

Ada yang berpikir bahwa doa yang panjang justru baik dan akan dikabulkan oleh Allah. Tuhan Yesus dalam Matius 6:7 jelas menolak pemahaman ini. Menurut-Nya, doa semacam ini adalah doa dari orang yang tidak mengenal Allah. Tuhan Yesus menolak anggapan bahwa banyaknya kata-kata akan mengakibatkan doa dikabulkan oleh Allah. Ini juga tidak berarti doa harus pendek. Panjang atau pendek tergantung pada pokok doanya. 

BERDOA DALAM NAMA YESUS

Berdoa dalam nama Yesus adalah memang amanat Tuhan Yesus sendiri (Yohanes 15:16). Rasul Paulus menasihati agar kita selalu berdoa. 

– Pdt. Em. Agustinus Kermite

Disunting oleh Ezra Epiphania

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *