Skip to main content

Mata Iman #2355: Paradox of Choice

MATA IMAN #2355
Jumat, 25 September 2026

Bacaan: 1 Raja-raja 18:20-40
Nas: Elia menghampiri seluruh rakyat itu dan berkata, “Berapa lama lagi kamu berlaku timpang dengan mendua hati? Kalau TUHAN itu Allah, ikuti Dia, kalau Baal, ikuti dia!” (Ayat 21b)

PARADOX OF CHOICE

Psikolog Barry Schwartz dalam teori The Paradox of Choice membuktikan bahwa semakin banyak pilihan, semakin sulit seseorang mengambil keputusan. Keberlimpahan opsi justru memicu kecemasan dan rasa takut salah memilih. Contohnya, kita kerap menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk menggulir katalog film atau menu makanan, namun akhirnya tetap merasa tidak puas.

Kondisi gamang ini mirip dengan bangsa Israel di Gunung Karmel. Mereka ingin tetap menyembah TUHAN, namun enggan melepaskan opsi penyembahan Baal demi rasa aman lahiriah. Elia menegur sikap mendua ini sebagai langkah timpang yang melelahkan jiwa dan melumpuhkan langkah iman. Pilihan yang bercabang pada akhirnya merampas damai sejahtera yang sejati.

Sobat Cengkir, jangan biarkan takut akan kehilangan membuat langkah Anda menjadi bimbang. Mulai hari ini, tetapkan firman Tuhan sebagai filter tunggal dalam setiap pertimbangan hidup Anda. Beranikan diri untuk berkomitmen penuh dan setia melangkah bersama pimpinan-Nya. (NBA)

KEMERDEKAAN SEJATI BUKAN TENTANG MEMILIKI SEMUA OPSI, TETAPI BERANI BERKOMITMEN PADA SATU KEBENARAN.

—————–

Informasi seputar GKI Kelapa Cengkir dapat diakses melalui :
https://linktr.ee/gkikelapacengkir
Whatsapp by http://wa.me/6281388901368

Dapatkan informasi mengenai kegiatan gereja dan pengumuman lainnya melalui warta jemaat GKI Kelapa Cengkir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *