MATA IMAN #2279
Senin, 29 Juni 2026
Bacaan: Pengkhotbah 3:1-15
Nas: Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya (ayat 11a).
SUMMER SOLSTICE
Bulan Januari beberapa tahun lalu, saya berdinas di Bristol selama beberapa hari. Cuaca sangat dingin dan langit gelap hampir sepanjang hari. “Sebentar lagi Blue Monday,” ujar seorang rekan kerja saya di sana. Blue Monday adalah istilah untuk hari Senin ketiga di bulan Januari yang dianggap sebagai hari paling menyedihkan dalam setahun – konon hari tersebut sering terjadi kenaikan angka bunuh diri. Masih di negara yang sama, beberapa tahun kemudian saya kembali pada bulan Juni. Suasana sangat berbeda, matahari masih terik padahal sudah pukul delapan malam. Bulan Juni di negara empat musim disebut Summer Solstice — titik balik matahari, siang terpanjang dalam setahun.
Tahukah Sobat Cengkir, penulis Pengkhotbah menulis dari “tempat yang gelap”? Ia sudah mencoba segalanya — hikmat, kekayaan, kenikmatan, pekerjaan — dan menemukan semuanya sia-sia. Tetapi di tengah seluruh keputusasaan itu, ia menuliskan, “Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya.” Perhatikan — bukan “Ia menghilangkan musim dinginmu.” Bukan pula “Ia memastikan Januarimu selalu cerah.” Namun, pada waktu-Nya.
Secara geografis Indonesia bukan negara empat musim, tetapi bukan berarti musim kehidupan kita tidak ada semi dan gugurnya. Ada musim yang gelap, panjang, dan melelahkan. Allah tidak menjanjikan kita bebas dari musim itu. Ia menjanjikan sesuatu yang jauh lebih kokoh: bahwa musim itu akan berganti. Bahwa “Summer Solstice” di hidup kita akan tiba. (OLV)
MUSIM KEMARAU DAN MUSIM HUJAN ENGKAULAH YANG MEMBUAT-NYA. (Mazmur 74:17B)
—————–
Informasi seputar GKI Kelapa Cengkir dapat diakses melalui :
https://linktr.ee/gkikelapacengkir
Whatsapp by http://wa.me/6281388901368
Dapatkan informasi mengenai kegiatan gereja dan pengumuman lainnya melalui warta jemaat GKI Kelapa Cengkir
