Mata Iman #2274: Maafkan Aku, Diriku

MATA IMAN #2274

Selasa, 23 Juni 2026

Bacaan: Mazmur 32:1-5

Nas: dan Engkau telah mengangkat beban dosaku. (Ayat 5c)

MAAFKAN AKU, DIRIKU

Kepergian mendiang suami saya masih menyisakan penyesalan dan rasa bersalah di dalam hati. Kata-kata “seandainya”, “kalau saja”, atau “mungkin jika”, masih sering memenuhi hati dan pikiran. Penyesalan dan rasa bersalah itu membuat rasa duka dan kehilangan tetap ada dan dirasakan setiap waktu.

Sejak kecil, seseorang hanya diajar untuk meminta maaf dan memaafkan orang lain. Padahal minta maaf dan memaafkan diri sendiri itu juga penting dan perlu. Memaafkan dan berdamai dengan diri sendiri menunjukkan kedewasaan iman karena menunjukkan penerimaan diri apa adanya. Memaafkan diri sendiri berarti mengakui kelemahan diri dan kebutuhan untuk bergantung pada kasih karunia Tuhan untuk berpulih dan menerima keadaan yang ada. Memaafkan diri sendiri adalah titik awal untuk keluar dari rasa bersalah dan memulai langkah baru di dalam Tuhan. Memaafkan diri sendiri bisa dilakukan ketika seseorang menyadari bahwa pengampunan Allah membebaskan manusia dari penghukuman akibat dosa. Itulah yang diamini oleh pemazmur. Jadi tidak ada alasan untuk menghukum diri dengan rasa bersalah dan penyesalan. 

Ketika kita masih dihantui oleh rasa bersalah dan penyesalan, mari akui itu di hadapan Tuhan, lalu katakan pada diri sendiri, “Maafkan aku, diriku karena … (sebutkan rasa bersalah itu).” Kiranya Tuhan menolong kita. (RZA)

RASA BERSALAH SEBESAR APA PUN TIDAK DAPAT MENYELESAIKAN MASA LALU, DAN KECEMASAN SEBESAR APA PUN TIDAK DAPAT MENGUBAH MASA DEPAN.

—————–

Informasi seputar GKI Kelapa Cengkir dapat diakses melalui :
https://linktr.ee/gkikelapacengkir
Whatsapp by http://wa.me/6281388901368

Dapatkan informasi mengenai kegiatan gereja dan pengumuman lainnya melalui warta jemaat GKI Kelapa Cengkir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *