Keberagaman Gereja di Indonesia

Bentuk keragaman masyarakat di Indonesia cukup banyak. Bisa dilihat dari banyaknya warisan adat istiadat, budaya, suku, etnis, agama dan lainnya. Hal ini juga menjadi alasan dimana banyak orang membentuk kelompok tertentu yang terbentuk dan berdiri karena memiliki kesamaan suku dan etnis berdasarkan budaya yang diturunkan dari nenek moyang mereka. Rasa kesamaan dan kebanggaan pada etnis, suku dan budaya seringkali membuat penganut kristen di Indonesia memilih untuk beribadah dalam gereja berdasarkan kesamaan tersebut. Contoh gereja berasal dari suku adalah Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP). Dari banyaknya suku, etnis dan budaya, gereja-gereja di Indonesia sendiri mempunyai banyak sekali aliran yang dibagi kedalam beberapa kelompok atau aliran. Hal ini yang disebut sebagai denominasi gereja.

Mengenal Denominasi Kristen 

Kata Denominasi berasal dari bahasa latin yaitu denominare, yang artinya memberi nama. Denominasi Kristen adalah sebuah kelompok dalam agama Kristen yang ditandai dengan pembedaan nama, organisasi, kepemimpinan, serta doktrin. Penyebab munculnya denominasi gereja dikarenakan besarnya wilayah agama, pengaruh filsafat duniawi, ketidaktegasan ajaran, serta motivasi-motivasi dari individu tertentu. Tapi perlu diketahui bahwa denominasi dan sekte. Denominasi merupakan kelompok Kristen , sekte merupakan kelompok yang mengaku Kristen tapi tidak mengakui keberadaan Yesus Kristus. 

Kenapa bisa banyak bermunculan Denominasi Kristen? 

Sebenarnya Tuhan Yesus tidak pernah memerintahkan adanya denominasi gereja, sebaliknya Ia mendoakan gereja untuk menjadi satu dalam Injil-NYA bisa dilihat di (Yohanes 17:21-22). Pada zaman itu gereja tersebar menjadi jemaat-jemaat lokal seperti jemaat  Korintus, jemaat Efesus, jemaat Roma, tapi belum terbentuk denominasi.

Beberapa ribu tahun berlalu, perkembangan gereja  terus berkembang dan terbagi ke dalam beberapa wilayah. Pusat agama Kristen terbagi kedalam 5 wilayah besar yaitu Aleksandria, Antiokhia, Konstantinopel, Yerusalem (bagian timur berbahasa Yunani, dan Roma (bagian barat yang berbahasa Latin). 

Dari kelima daerah tersebut, terjadi perpecahan besar pertama bagi gereja kristen yaitu terpecahnya gereja barat (Katolik Roma) dan gereja timur (Ortodoks Timur). Kedua gereja ini sampai sekarang masih percaya pada pendirian mereka dan menganggap dirinya sebagai gereja yang satu, kudus, dan am (universal).

Perpecahan kedua terjadi dikarenakan Martin Luther yang memprotes kelakuan-kelakuan penyimpangan dari para petinggi gereja hal ini disampaikan dengan dikeluarkan 95 tesis yang ditempel di depan pintu gereja Kastil Wittenberg, Jerman pada tahun 1517. Hal ini menyebabkan terpecahnya gereja Katolik Roma dan memunculkan keyakinan protestan. Peristiwa ini dikenal sebagai Reformasi. Saat ini, denominasi terus lahir dan berkembang di seluruh dunia. 

Denominasi Utama Protestan Masa Kini

  • Anabaptist

Gereja ini berkembang selama era reformasi, sebaran wilayah utamanya ada di Swiss dan Belanda. Berawal dari adanya sekelompok orang yang menolak praktis baptisan pada anak yang dilakukan oleh Ulrich Zwingli. Seorang bernama Menno Simons (1496-1561) muncul sebagai pemimpin dari gerakan ini dan pengikutnya merupakan orang-orang yang cinta damai dan menolak segala bentuk kekerasan dan mengakui. 

Kemudian, seorang Uskup dari  Swiss yang bernama Jakob Amman (1656-1730) memilih untuk memisahkan diri dan membentuk aliran Mennonite yang dikenal sebagai Amish. Sebagian dari pengikutnya memilih untuk pindah ke Amerika Serikat dan membuat komunitas baru yang menolak gaya hidup modern seperti sumber daya listrik dan kendaraan mobil.

Gereja Mennonite di Indonesia: Gereja Kristen Muria di Indonesia (GKMI), Gereja Injili di Tanah Jawa (GITJ), Jemaat Kristen Indonesia (JKI).

  • Anglican

Gereja ini memisahkan diri dari gereja Katolik Roma berdasarkan putusan dari Raja Henry VIII (1491-1574). Pemisahan tersebut bukan berdasarkan perbedaan doktrin, tetapi mengenai kekuasaan antara gereja dan wilayah. Di sebagian negara mereka dikenal sebagai gereja episkopal (bishop) dan mengikuti tradisi Church of England serta meyakini bahwa Church of England merupakan gereja induk dan Archbishop of Canterbury sebagai kepalanya (secara simbolis).

Pengikut Anglican memposisikan mereka sebagai pihak netral atau penengah (via media) antara Katolik dan Protestan. Mereka masih mempercayai tradisi kerasulan dari Katolik (bukan Paus, tetapi Archbishop of Canterbury) tetapi mereka menolak kekuasaan mutlak dari Paus

Gereja Anglikan di Indonesia: di Jln. Arif Rahman Hakim (Jakarta) dan di Jln. Diponegoro (Surabaya).

  • Baptist

Gereja ini terbentuk dari kaum separatis Inggris yang tidak puas pada ajaran dan praktek gereja Anglikan dalam pemerintahan Inggris sebagai gereja negara. Gereja Baptis didirikan oleh John Smyth pada tahun 1609 di Amsterdam. Mereka menekankan kepada baptisan selam bukan baptisan percik sebagai pengakuan iman. Hanya orang dewasa yang menerima baptisan, sedangkan bayi hanya cukup didedikasikan kepada Kristus dalam sebuah upacara dan baru setelah dewasa mereka baru menerima baptisan.

Gereja Baptist di Indonesia: Persekutuan Gereja-Gereja Baptis Papua (PGBP), Gereja Baptist Independen di Indonesia (GBII), Gereja Perhimpunan Injili Baptis Indonesia (GPIBI).

  • Congregational

Terbentuk berdasarkan prinsip kongregasi pada tahun 1582 karena kekecewaan dari pendirinya yaitu Robert Browne kepada Church of England. Gereja ini menekankan otonomi gereja lokal dalam mengatur urusannya masing-masing.

  • Lutheran

Gereja ini terbentuk dari ajaran Martin Luther yang mempercayai doktrin consubstation (roti dan anggur dilingkupi oleh kehadiran Kristus dalam perjamuan kudus), berbanding terbalik dengan doktrin transubstation (dalam perjamuan Kudus roti dan anggur benar-benar berubah menjadi tubuh dan darah Kristus) yang diajarkan oleh Katolik Roma.

Gereja Lutheran di Indonesia: Huria Kristen Batak Protestan (HKBP), Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS), Huria Kristen Indonesia (HKI), Gereja Kristen Luther Indonesia (GKLI).

  • Methodist

Gereja ini didirikan oleh John Wesley (1703-1791) dan Charles Wesley (1707-1788) keduanya awalnya merupakan pendeta di  Church of England, namun memisahkan diri pada tahun 1795. Gereja ini dinamai methodist karena menekankan metode-metode untuk pertumbuhan rohani. 

Dasar teologis dari gereja ini adalah Armenianisme yang menyatakan bahwa kasih karunia dikaruniakan kepada orang pilihan maupun non-pilihan sehingga mereka bebas sebagai manusia untuk menerima/menolak Kristus dan mempercayai bahwa keselamatan seseorang bisa hilang. Wesley juga menekankan doktrin kekudusan, disebut juga “anugerah kedua.” Doktrin ini menekankan kepada penyempurnaan yang didapat setelah menerima Kristus dengan diperlengkapi oleh hati murni dari pikiran dan motif dosa.  

Gereja Methodis di Indonesia: Gereja Methodist Indonesia (GMI)

  • Pentakosta

Sebuah gerakan di kalangan Protestan yang sangat menekankan peranan karunia dari Roh Kudus. Aliran ini sangat mirip dengan gerakan Karismatik, namun gerakannya muncul lebih awal dan terpisah dari gereja arus utama.

Gereja Pentakosta /Kharismatik di Indonesia: Gereja Pusat Pantekosta di Indonesia (GPPI), Gereja Mawar Sharon (GMS), Gereja Bethany Indonesia, Gereja Tiberias Indonesia (GTI Tiberias), Gereja Bethel Tabernakel (GBT), Gereja Duta Injil, Gereja Kemenangan Iman Indonesia (GKII), Gereja Jemaat Kristen Indonesia (GJKI).

  • Quaker

George Fox (124-1691) adalah pendiri dari gereja Quaker. Fox merasa tidak nyaman dengan kehidupan agama yang terkesan formal. Ia beranggapan bahwa setiap orang Kristen adalah sahabat-sahabat Allah dan memiliki akses langsung kepada Allah. Pengikutnya hidup dalam kesederhanaan (berpakaian sederhana), kebenaran (berbicara jujur) dan keikhlasan. Cara ibadah mereka sangatlah unik. Tidak ada imam ataupun pendeta, semua orang yang ada baik perempuan dan laki-laki bisa berkhotbah. Ibadah mereka sering dilakukan dalam kesunyian, hingga seseorang dari salah satu anggota kelompok digerakkan oleh Roh Kudus untuk berkata-kata. Mereka sangat aktif dalam pekerjaan sosial dan pendidikan serta menolak terlibat dalam peperangan. 

Gereja Quaker di Indonesia: Gereja Sahabat di Indonesia (GSI).

  • Reformed

Para Reformator adalah orang-orang jujur yang mau kembali setia kepada Allah dan mereka juga mau mempengaruhi gereja agar kembali setia kepada Allah. Mereka tidak menegakkan doktrin yang baru, melainkan menjelaskan doktrin yang dari kekal sampai kekal tidak berubah berdasarkan firman Tuhan yang diwahyukan dalam Kitab Suci. 

Gereja Reformed di Indonesia: Gereja Injili Indonesia (GII), Gereja Kristen Jawa (GKJ), Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW), Gereja Kristus Tuhan (GKT), Gereja Kristen Indonesia (GKI), Gereja Kristen Kalam Kudus (GKKK), Gereja Kristus Yesus (GKY).

*****

Sebagai umat Kristiani kita memang memiliki banyak ajaran atau doktrin-doktrin yang mungkin berbeda dan bertentangan antara satu sama lain. Tapi hal ini tidak boleh menjadikan Sobat Cengkir menganggap bahwa ajaran lainnya itu salah dan tidak benar di mata Tuhan dengan ajaran yang kita percayai selama ini. Denominasi-denominasi yang ada seharusnya merupakan sebuah keragaman dan bukan perpecahan. Karena perbedaan itu merupakan anugerah dari Allah. Mari kita terus mengamalkan tindakan-tindakan sesuai dengan Firman Tuhan.

God Bless You!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *