Mata Iman #961: BERDUKA

MATA IMAN #961
Selasa, 15 November 2022

Bacaan: Yesaya 57:14-21
Nas: Sebab beginilah firman Yang Mahatinggi dan Yang Mahamulia, yang bersemayam untuk selamanya dan Yang Mahakudus nama-Nya: “Aku bersemayam di tempat tinggi dan di tempat kudus tetapi juga bersama-sama orang yang remuk dan rendah hati, untuk menghidupkan semangat orang-orang yang rendah hati dan untuk menghidupkan hati orang-orang yang remuk. (Ayat 15)

BERDUKA

Beberapa bulan terakhir ini, saya mengalami duka berturut-turut karena anggota keluarga yang meninggal dunia. Seharusnya rasa duka tersebut perlu diolah dengan baik, sayangnya waktu bergulir dengan berbagai kesibukan dan tuntutan.
Hal ini berakibat pada emosi saya yang terganggu dan mempertanyakan eksistensi dari kasih Allah. Mengapa Allah ada tetapi membiarkan manusia mengalami duka dalam hidupnya? Apakah dengan mengalami dukacita, manusia dapat semakin mengenal kasih Allah?

Nas bacaan kita hari ini merupakan pernyataan Allah, baik kepada bangsa Israel maupun kepada kita yang pernah atau sedang mengalami masa berduka. Allah memang tidak tampak oleh mata kita, tetapi kehadiran-Nya seharusnya dapat dirasakan ketika kita mulai membuka hati, perasaan dan pikiran.

Beberapa waktu yang lalu saya berada dalam fase denial dan murka kepada Allah. Namun ketika saya berusaha memberikan waktu dan pikiran, saya merasa bahwa Allah punya maksud yang baik bagi saya dan keluarga yang ditinggalkan. (AS)

“There is no pain so great as the memory of joy in present grief.” (Aeschylus)


Informasi seputar GKI Kelapa Cengkir
dapat diakses melalui :
https://linktr.ee/gkikelapacengkir
Whatsapp by wa.me/+6281388901368

You May Also Like

About the Author: gkikelapacengkir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *