MATA IMAN #952
Minggu, 6 November 2022
Bacaan: Lukas 20:27-38
Nas: Ia bukan Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup, sebab di hadapan Dia semua orang hidup. (Ayat 38)
DIA ALLAH YANG HIDUP
Orang Farisi dan orang Saduki merupakan pemuka agama Yahudi. Orang Farisi tidak hanya berpegang pada Taurat tetapi juga adat istiadat nenek moyang. Sedangkan orang Saduki hanya berpegang pada Taurat dan menolak segala adat istiadat yang ditambahkan kemudian serta sangat terbuka terhadap kebudayaan Yunani. Orang Farisi mengakui bahwa ada kebangkitan, sedangkan orang Saduki tidak mengakui adanya kebangkitan.
Pada saat itu, orang-orang Saduki bermaksud menyerang ajaran Yesus dengan mengacu kepada Taurat, khususnya kewajiban untuk menikahi janda saudaranya bila saudaranya itu telah meninggal dunia tanpa keturunan. Padahal, hukum tersebut pada zaman Yesus tidak dipraktikkan lagi. Yesus menanggapi pertanyaan dari orang-orang Saduki dengan menegaskan dua hal:
Pertama, manusia memikirkan keberlangsungan keluarga di dunia yang fana ini. Namun setiap orang yang layak menerima bagian dalam dunia kebangkitan tidak lagi memerlukan perkawinan dan keturunan.
Kedua, tidak mungkin bahwa Allah yang hidup akan memperkenalkan diri sebagai Allah orang mati.
Sobat Cengkir, marilah kita mewujudkan kehidupan yang beriman kepada Allah yang hidup dan Allah orang yang hidup dengan memberitakan kehidupan dan pengharapan bagi sesama. (KKO)
Tetapi aku tahu: Penebusku hidup, dan akhirnya Ia bangkit di atas debu – Ayub 19:25
Informasi seputar GKI Kelapa Cengkir
dapat diakses melalui :
https://linktr.ee/gkikelapacengkir
Whatsapp by wa.me/+6281388901368

