Mengenal Ibadah Intergenerasi

Memahami ibadah intergenerasi

Mungkin bagi sebagian orang Kristen masih bingung atau malah tidak tahu apa itu ibadah intergenerasi? Istilah ini masih baru dan justru membingungkan. Ibadah intergenerasi adalah ibadah yang menggabungkan semua jenis kalangan dari anak-anak, remaja, pemuda sampai dewasa untuk dapat bersama-sama berada dalam satu sesi ibadah untuk turut ambil bagian dalam pelayanan.Pada beberapa gereja, saat memasuki sesi Firman Tuhan, kelompok berdasarkan kategori usia tadi akan dipisah tetapi tetap dengan topik pembahasan yang sama. Hal ini untuk tetap memberikan pemahaman yang sama walau menggunakan bahasa dan istilah yang berbeda. Setelah pemberitaan Firman selesai disampaikan, diharapkan gereja ikut mengakomodasi adanya interaksi pada setiap keluarga.

Lalu apa bedanya dengan ibadah kategorial lainnya?

Biasanya gereja membagi jadwal ibadah berdasarkan golongan umur, seperti:

Ibadah umum: yaitu gereja yang jemaatnya merupakan orang dewasa, dan yang melakukan pelayanan serta pengambilan keputusan adalah orang dewasa. Dengan topik khotbah yang biasanya lebih berat dan menggunakan istilah tidak dipahami golongan lainnya.

Ibadah pemuda dan remaja: yaitu gereja yang dihadiri oleh jemaat para pemuda dan remaja. Dapat mengambil keputusan sendiri seperti tema apa yang akan digunakan untuk minggu depan, tapi masih mendapat arahan dari para tetua yang ada. Gaya bahasa yang digunakan serta pemilihan topik tentu yang sedang hits dikalangan anak muda.

Ibadah anak-anak: yaitu ibadah yang diikuti oleh anak-anak dimulai dari batita, pelayannya bisa dari kaum remaja. Penggunaan bahasa, istilah dan intonasi harus mudah dan menyenangkan agar tidak bosan dan mudah dipahami oleh mereka.

Ibadah kaum wanita: ibadah yang dihadiri khusus untuk kaum wanita, boleh nenek-nenek, ibu-ibu atau wanita yang belum menikah yang terpenting wanita. Topik yang dibahas juga berkaitan dengan yang berhubungan dengan wanita. 

Ibadah komsel: biasanya merupakan kelompok kecil yang saling ingin mempraktekkan hubungan kekeluargaan sifatnya lebih santai. 

Ibadah permata (persekutuan rumah tangga): ibadah yang dikhusukan untuk pasangan suami istri, ibadah ini bertujuan untuk menjaga hubungan serta membagikan cerita dan saran untuk masing-masing pasangan. 

Dari kelompok di atas, tentu ibadah-ibadah tersebut sudah ada kelompok umur, gender, dan status  yang membedakan bukan? Masing-masing kelompok tersebut dibagi berdasarkan ketiga hal diatas. Sehingga tidak adanya sinergi yang bercampur untuk melayani dalam satu sesi ibadah bersama. Hal ini bertentangan dengan prinsip gereja mula-mula yang menginginkan untuk semua anggota gereja dapat beribadah bersama. 

Mengapa harus ada ibadah intergenerasi?

Sebagian dari kita masih menganggap bahwa ibadah kategorial lebih efektif dalam segi suasana dan pemaknaan dalam firman Tuhan. Kita menganggap bahwa adanya generasi lain yang berbeda akan membuat kita terganggu. Misalnya ada orang tua yang membawa anak balita atau batita ke ibadah akan berisik karena mereka bermain dan menangis, sehingga membuat situasi pada saat firman Tuhan tidak kondusif. Sehingga kita mengarahkan anak-anak tersebut ke ibadah anak-anak.

Sebenarnya hal di atas itu tidak salah, tapi alangkah baiknya apabila kita sebagai orang Kristen mencoba untuk melatih dan memberikan rasa percaya bahwa semua pihak itu dapat terlibat untuk melayani Tuhan. Kita pun harus belajar memberikan ruang permakluman dan toleransi, termasuk kepada perbedaan sebagai satu kesatuan gereja.

Ibadah intergenerasi terinspirasi dari sejarah gereja mula-mula, di mana gereja dimulai dari suatu keluarga yang menerima Kristus secara utuh, baik dari pasangan suami-istri, antara orang tua dan anak, tuan dan budak. Jemaat mula-mula mengucapkan syukur kepada Allah, bersama-sama memahami ajaran Kristus dan kesaksian atas keselamatan yang diberikan-Nya dalam kayu salib. 

Mungkin kondisi ini terjadi kembali pada saat pandemi kemarin, di mana dalam keluarga mengikuti 1 sesi ibadah online bersama dengan topik yang sama tentu. Ini akan membangun satu pemahaman yang sama dan relasi yang kuat.

Manfaat kebaktian intergenerasi

  1. Setelah penjelasan di atas kita tahu bahwa dengan adanya kebaktian intergenerasi dapat memberikan rasa percaya diri kepada pihak-pihak yang selama ini dianggap tidak mampu atau belum layak untuk ikut ambil dalam pelayanan dan pengambilan keputusan.
  2. Memberikan pemahaman yang sama, walau menggunakan penggunaan bahasa dan istilah yang berbeda.
  3. Memperkuat relasi antar generasi, dengan saling mendengarkan dan memahami serta memberikan kesempatan bagi generasi lain terutama yang muda untuk turut berpartisipasi dalam mengembangkan gereja.

***

Masih banyak hal yang perlu dipersiapkan oleh GKI Kelapa Cengkir sebagai organisasi yang juga terinspirasi mewujudkan peribadatan intergenerasi. Namun Sobat Cengkir juga dapat turut berperan serta dengan melakukan pendidikan iman yang kuat dalam keluarga. Tanyakan hal yang didapat dalam ibadah yang dijalani oleh masing-masing anggota, tanyakan pergumulan hidup masing-masing, dan bawalah pergumulan maupun ungkapan syukur dalam mezbah doa harian.

You May Also Like

About the Author: gkikelapacengkir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *