Mata Iman #823: SIAP JADI MARTIR?

MATA IMAN #823
Kamis, 30 Juni 2022

Bacaan: Matius 10: 26-33
Nas: Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang di sorga. Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku yang di sorga.” (Ayat 32-33)

SIAP JADI MARTIR?

Istilah “martir” awalnya dipakai oleh para rasul sebagai kesaksian atas kehidupan dan kebangkitan Kristus, yang kemudian dikhususkan bagi setiap orang yang demi mempertahankan imannya, rela mengalami penyiksaan hingga mati. Gereja menetapkan setiap 30 Juni sebagai peringatan bagi para martir pertama di Roma. Di dalam konteks masa itu yakni sekitar 60-an Masehi, para pengikut Kristus dimusuhi dan diperangi oleh Kekaisaran Romawi. Kaisar Nero membakar separuh kota Roma dengan maksud memperluas istana, kemudian memfitnah orang-orang Kristen sebagai pelakunya. Mereka ditangkap dan dipaksa meninggalkan iman, atau mengalami penyiksaan.

Kita diutus untuk mewartakan Injil. Firman Tuhan mengingatkan ada janji keberhasilan, namun juga ada risiko penganiayaan dan kematian. Janganlah takut, karena Dia yang menjaga dan memperhatikan kehidupan setiap makhluk, terlebih lagi kita yang percaya kepada-Nya. Namun, terkadang sikap terlalu fanatik dari kita sendiri atau “mabuk agama” yang memancing reaksi negatif dan gesekan, dan kita beranggapan bahwa “saya sedang menjadi martir.” Misalnya, Anda menganggap bos tidak mempromosikan Anda karena beda keyakinan. Para pelaku bisnis cenderung berpikir obyektif dan rasional. Jadi, jangan-jangan bukan soal agama seperti yang Anda kira; namun karena kinerja yang kurang. Introspeksilah, apakah Anda bekerja dengan jujur, produktif, kreatif dan disiplin secara konsisten? 

Jadilah saksi Kristus, dengan teladan melalui perbuatan dan tetaplah pelihara kerukunan dalam hidup bermasyarakat. Menanggapi perdebatan atau sikap bermusuhan dari pihak lain, tetap tunjukkan kasih, jangan terpancing emosi. Namun bila pada akhirnya karena yang kita imani berbeda sehingga mendapat perlakuan kurang baik, belajarlah saling menghargai perbedaan dan saling menerima. Maafkan dan tidak perlu membalas, namun tetap pertahankan iman! (YOD)

==

Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu.” (Matius 5:10-12)


Informasi seputar GKI Kelapa Cengkir
dapat diakses melalui :
https://linktr.ee/gkikelapacengkir
Whatsapp by wa.me/+6281388901368

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *