Mata Iman #778: CINTA SI SEPOTONG LUNPIA

MATA IMAN #778
Senin, 16 Mei 2022

Bacaan: Rut 2:8-23
Nas: TUHAN kiranya membalas perbuatanmu itu, dan kepadamu kiranya dikaruniakan upahmu sepenuhnya oleh TUHAN, Allah Israel, yang di bawah sayap-Nya engkau datang berlindung. (ayat 12).

CINTA DI SEPOTONG LUNPIA

Kisah lunpia Semarang bermula dari seseorang dari Fujian, Tiongkok, yang bernama Tjoa Thay Yoe yang mendarat di Semarang pada tahun 1800. Dia mencoba mengadu nasib dengan membuat lunpia yang berisi daging babi dan rebung. Ternyata ia mempunyai pesaing, perempuan Jawa yang bernama Mbak Wasih. Lunpia Mbak wasih berisi daging ayam, udang dan rebung. Persaingan ini berakhir karena pernikahan mereka. Mereka memadukan resep asin gurih dari Tiongkok dengan rasa manis dari Jawa. Perpaduan resep ini diteruskan oleh anak cucu mereka sampai saat ini. Lunpia gang Lombok termasuk keturunan mereka.

Cinta Tiongkok-Jawa ini bermula dari sepotong lunpia. Sedangkan bacaan kita yang menceritakan pertemuan Rut dan Boas bermula dari bulir-bulir jelai. Rut perempuan Moab termasuk bangsa asing bagi orang Yahudi. Tetapi toh cinta membawa mereka ke pelaminan. Mereka hidup takut akan Tuhan, dikatakan hanya di sayap Tuhan mereka berlindung, sehingga pernikahan mereka diberkati Tuhan. Dari keturunan mereka kelak akan lahir Sang Juruselamat, Yesus Kristus.

Dari mana cinta akan datang? Tidak saja dari mata turun ke hati, tetapi bisa dari apa saja, apakah sepotong lunpia, setangkai mawar atau segelas kopi. Pengalaman Anda masing-masing bisa melengkapinya. Perbedaan apa pun juga bisa melengkapi cerita cinta. Ketidaksempurnaan pasangan kita akan sempurna oleh penerimaan kita, seperti kita yang ditemukan Tuhan saat kita masih berdosa. Cinta sejati berdasar kasih Yesus, Sang Cinta. (ENO)

TETAPI YANG TERUTAMA: KASIHILAH SUNGGUH-SUNGGUH SEORANG AKAN YANG LAIN, SEBAB KASIH MENUTUPI BANYAK SEKALI DOSA. (1 Petrus 4:8).

—————–
Informasi seputar GKI Kelapa Cengkir
dapat diakses melalui :
https://linktr.ee/gkikelapacengkir
Whatsapp by wa.me/+6281388901368

You May Also Like

About the Author: gkikelapacengkir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Fatal error: Uncaught wfWAFStorageFileException: Unable to save temporary file for atomic writing. in /home/u7049137/public_html/wp-content/plugins/wordfence/vendor/wordfence/wf-waf/src/lib/storage/file.php:34 Stack trace: #0 /home/u7049137/public_html/wp-content/plugins/wordfence/vendor/wordfence/wf-waf/src/lib/storage/file.php(658): wfWAFStorageFile::atomicFilePutContents('/home/u7049137/...', '<?php exit('Acc...') #1 [internal function]: wfWAFStorageFile->saveConfig('livewaf') #2 {main} thrown in /home/u7049137/public_html/wp-content/plugins/wordfence/vendor/wordfence/wf-waf/src/lib/storage/file.php on line 34