Mata Iman #708: MISKIN DI HADAPAN ALLAH

MATA IMAN #708
Senin 7 Maret 2022

Bacaan: Matius 5:1-12
Nas: Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. (Ayat 3).

MISKIN DI HADAPAN ALLAH

Khotbah yang disampaikan oleh Yesus Kristus di sebuah bukit berisi paling tidak dua hal penting, yaitu Ucapan Bahagia dan Doa Bapa Kami. Ucapan Bahagia yang pertama ialah: “Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah.” Pernyataan ini membuat dahi kita bekernyit. Berbahagialah orang miskin? Miskin kok bahagia? Di benak kita, bahagia itu jika kita kaya, bukan miskin. Memang ucapan Yesus sering kontroversial dan membuat kita tidak gampang untuk memahaminya, salah satunya adalah ucapan bahagia ini.

Kata “berbahagialah” dalam teks tersebut bisa juga diterjemahkan sebagai “diberkatilah.” Yang diberkati Allah yaitu orang yang miskin di hadapan Allah, bukan miskin di hadapan manusia. Miskin di hadapan Allah adalah suatu kesadaran bahwa kita begitu lemah, bodoh dan tidak berarti di dalam kehidupan ini. Kesadaran ini membuat manusia merasa sangat memerlukan Allah yang menuntun setiap langkah hidupnya. Miskin di hadapan Allah adalah suatu kesadaran bahwa manusia tidak memiliki kebaikan hati, perbuatan baik apalagi kesucian untuk menyelamatkan dirinya. Hanya Allah yang mempunyai kasih karunia yang membawanya ke dalam kehidupan kekal.

Kita ini miskin di hadapan Allah dan tidak mempunyai modal untuk mempunyai Kerajaan Sorga, sehingga ketergantungan kepada Allah adalah mutlak. Kebahagiaan sejati merupakan pemberian Allah bagi setiap orang yang menggantungkan kehidupan ini kepada-Nya. Jika kita hidup menyatu dengan Allah, maka ada kedamaian di dalam jiwa. (ENO)

BAHAGIA ITU SEDERHANA. BUKAN DARI LUAR KITA TETAPI DARI DALAM JIWA.

——————
Informasi seputar GKI Kelapa Cengkir
dapat diakses melalui :
https://linktr.ee/gkikelapacengkir
Whatsapp by wa.me/+6281388901368

You May Also Like

About the Author: gkikelapacengkir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *