Mata Iman #365: VERSCHLIMMBESSERUNG

MATA IMAN #365
Kamis 25 Maret 2021

Bacaan: Yesaya 53:1-12
Nas: Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian. (ayat 6)

VERSCHLIMMBESSERUNG

Judul renungan ini adalah diksi atau ungkapan Jerman, yang bisa ditelusuri dari prefiks ver + kata dasar schlecht (jelek) yang berarti (memperburuk,) + im (ke dalam) dan besser(lebih baik) + sufiks ung sehingga bermakna (perbaikan) yang keseluruhannya dapat diterjemahkan: Memperburuk atau menjadikan sesuatu lebih rusak dari sebelumnya, dalam usaha perbaikan. Bisa terjadi, dalam konteks contoh begini, bermaksud ngebetulin sendiri saat HP rusak, tidak mau baca buku manual, tidak dibawa ke service center resmi, tidak punya keahlian tapi sok pinter, bisa bongkar tapi ga bisa pasang lagi, malah jadi rusak lebih parah.

Begitulah keadaan manusia yang ‘rusak’ karena dosa, terputus dari Allah dan berupaya untuk reconnect dengan berbagai upaya, mematuhi hukum agamawi seperti Taurat, melakukan berbagai ritual, memberikan uang kepada rumah ibadah, ke yatim piatu, hingga ke teman lama yang tiba-tiba mengontak lagi dengan cerita kena PHK dan BU. Itu semua hal yang baik, namun tidak menghapus dosa.

Dari perspektif Perjanjian Baru, tokoh Hamba Tuhan Yang Menderita adalah nubuatan kedatangan Yesus yang harus mati disalibkan, untuk menebus segala dosa dan kejahatan manusia.

Kita mengimani, that’s the only way to restore factory setting kembali ke buku manual, dan “Kalau memang sudah rusak, tak bisa lagi diperbaiki, artinya ya harus lem biru, lempar dan beli yang baru.” begitu kata si engkoh, penjual HP. Kalau kata Tuhan? “Sini deh, Aku tebus, Aku beli yang lama, yang sudah rusak, dan Aku gantiin yang baru. Kamu percaya saja…” Artinya, mulai sekarang, si manusia lama sudah ‘gak dipakai lagi, engkau jadi lahir baru, jadi ciptaan baru dan hidup sebagai manusia baru. (YOD)

==

Dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka (2 Korintus 5:15)

==

—–
Informasi seputar GKI Kelapa Cengkir dapat diakses melalui :
Whatsapp by wa.me/+6281388901368
Website (http://gkikelapacengkir.org)
Instagram (@gkikelapacengkir)

Instrumental:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *