MATA IMAN #347
Minggu 7 Maret 2021
Bacaan: Yohanes 2:13-22
Nas: Maka teringatlah murid-murid-Nya, bahwa ada tertulis: “Cinta untuk rumah-Mu menghanguskan Aku.” (ayat 17)
CINTA UNTUK RUMAH-MU MENGHANGUSKAN AKU
Rumah merupakan suatu tempat atau bangunan yang digunakan untuk tempat tinggal dan tempat untuk berlindung. Oleh karenanya, rumah akan berfungsi dengan baik jika dapat memenuhi perannya dan tentunya didukung pula oleh penghuni yang menempatinya. Apa yang dapat dilakukan oleh penghuni rumah tersebut? Tentunya dengan cinta kasih yang diwujudkan oleh penghuni tersebut, sehingga dapat menghasilkan kedamaian di dalam rumah. Wujud cinta kasih ini ada di dalam pribadi masing-masing orang dan merupakan ibadah bagi setiap orang yang melakukan relasi dengan Allah dan sesama di manapun kita berada.
Dalam perikop ini, Yesus murka karena umatNya hanya berfokus pada ritual dan bukan ibadah kepada Allah. Seperti kondisi kita saat ini, dimana kita tidak dapat melakukan ibadah di dalam gedung gereja. Akan tetapi, jika kita memahami arti ibadah sebenarnya, kita dapat melakukan ibadah di manapun kita berada, karena Allah selalu beserta kita tidak terbatas pada waktu dan tempat. Salah satu wujud cinta dan syukur kita terhadap Rumah Allah, adalah kerelaan untuk melayaniNya, dengan menjadi perabot bagi maksud yang mulia.
Marilah kita mewujudkan ibadah kita yang sejati dengan cinta kasih serta membangun relasi yang sejati dengan Allah dan sesama kita. (YCI)
==
Jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia.
(2 Timotius 2:21)
—–
Informasi seputar GKI Kelapa Cengkir dapat diakses melalui :
Whatsapp by wa.me/+6281388901368
Website (http://gkikelapacengkir.org)
Instagram (@gkikelapacengkir)
