Mata Iman #184: Wayang Yang Jahat

MATA IMAN #184

Bacaan: Kejadian 3:1-7
Nas: Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. (Kejadian 3:1)

WAYANG YANG JAHAT

Seumur hidup baru satu kali saya menyaksikan pertunjukan wayang golek secara langsung, yaitu ketika rombongan kesenian Jawa Barat diundang gereja orangtua saya untuk mementaskan kisah Yunus. Penampilan wayang golek itu sangat mengesankan. Saya mencatat bahwa tokoh yang baik selalu digambarkan dengan pakaian berkilau dan penampilan wajah yang apik. Sebaliknya, karakter yang jahat selalu tampil penuh bulu dan giginya besar bertaring, layaknya binatang.

Karakter jahat dalam Alkitab pun kerap digambarkan sebagai binatang. Salah satunya, apalagi kalau bukan ular. Dalam Kitab Kejadian, ular menjadi sosok penyesat yang mencobai manusia sehingga mereka jatuh dalam dosa. Dahulu ular berbisa kerap dipakai untuk mengilustrasikan kejahatan yang ada di dunia. Ular berulang-ulang muncul dalam Perjanjian Lama untuk menggambarkan bangsa-bangsa yang jahat atau alat hukuman. Di Kitab Wahyu pun, iblis digambarkan sebagai ular.

Mengapa binatang? Dalam benak masyarakat umum, ada pandangan bahwa binatang adalah makhluk yang tarafnya berada di bawah manusia, ciptaan utama yang serupa dengan citra Allah. Maka ketika manusia berdosa atau menjadi jahat, ia seakan kehilangan kemanusiaannya dan “turun kelas” menjadi layaknya binatang. Mari kita bayangkan jika kisah hidup kita dijadikan lakon wayang. Akankah karakter kita digambarkan dengan golek berpakaian mengkilap dan wajah yang rupawan atau jangan-jangan akan ada sejumlah bulu dan taring di sana? (OLV)

SUDAHKAH KITA MENJALANI HIDUP SELAYAKNYA MANUSIA YANG DICIPTAKAN MENURUT CITRA ALLAH?

———————-
Informasi seputar GKI Kelapa Cengkir dapat diakses melalui :
Whatsapp by wa.me/+6281388901368
Website (http://gkikelapacengkir.org)
Instagram (@gkikelapacengkir)

You May Also Like

About the Author: gkikelapacengkir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *