MATA IMAN #73
Bacaan : Amsal 31 : 8-9
Nas: Bukalah mulutmu untuk orang yang bisu, untuk hak semua orang yang merana. (ayat 8)
BLACK LIVES MATTER
Media sosial kini tengah menyorot topik hangat sejak kematian George Floyd, pria kulit hitam yang tewas oleh polisi Minneapolis. Kasus ini begitu panas hampir di seluruh dunia dan mendorong aksi demonstrasi di berbagai daerah. Indonesia bukan pengecualian. Negara kita juga turut angkat suara, khususnya suara keadilan bagi saudara-saudara di Papua.
Tentu saja kita tidak bisa sepenuhnya mengerti tatkala kita tidak pernah ditempatkan di posisi mereka; bagaimana mereka harus mengalami penolakan tanpa dasar kuat, bisa dibunuh kapan saja karena warna kulit yang lebih gelap, bagaimana keadilan rasanya hanya menjadi konsep abstrak tanpa pernah benar-benar ada.
Penulis Amsal mengajak kita untuk bersedia berjuang bagi orang lain. Ketika kita memiliki suara yang cukup besar, jangan buat suara mereka semakin redup berpendar. Ketika tangan mereka lemah untuk meraih tolong, jangan pikir dua kali untuk menjabat mereka naik dari gelap kosong. Sebab hidup tidak selamanya tentang kita, melainkan tentang bersama.
Ketika kaki kita tidak bisa dipaksakan masuk ke dalam sepatu mereka demi mengerti, Tuhan masih berikan kita tangan untuk merangkul dan mata untuk melihat mereka sebagai seorang manusia yang juga sama berharganya dengan kita. Sama baik dengan kita. Sama keinginannya untuk dihormati. Bacaan ini tidak sekadar membangkitkan aksi nyata kita bagi Floyd, itu terlalu besar, mungkin, melainkan mengajak kita untuk memiliki cara pandang yang sama untuk perbedaan sekecil apapun. (EJI)
Setiap insan akan selalu cukup pantas untuk dihargai hanya dengan eksistensinya.
———————————
Informasi seputar GKI Kelapa Cengkir dapat diakses melalui :
Whatsapp by (081388901368)
Website (http://gkikelapacengkir.org)
Instagram (@gkikelapacengkir)
