:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3434508/original/014096100_1618913305-whoislimos-kFVmYjK6hZ8-unsplash.jpg)
(Maleakhi 4:1-2 ; Mazmur 98 ; 2 Tesalonika 3:6-13 ; Lukas 21:5-19)
Tetap Teguh di Tengah Hidup yang Runtuh
Hidup yang runtuh bukanlah pengalaman yang asing bagi tokoh-tokoh besar dunia. Salah satunya adalah Walt Disney, sosok legendaris di balik animasi-animasi terkenal yang kita kenal hingga saat ini. Namun, sebelum meraih kesuksesan, Walt Disney terlebih dahulu menghadapi banyak kegagalan. Ia pernah dipecat dari sebuah perusahaan media cetak karena dianggap kurang kreatif. Setelah itu, ia membangun usaha animasi bernama Laugh-O-Gram dengan modal US$15.000, tetapi perusahaan tersebut bangkrut.
Dalam masa-masa hidup yang runtuh itu, Disney tidak menyerah. Ia membujuk anggota keluarganya untuk menanamkan modal dan mendirikan Disney Brothers Studio. Perusahaan ini sempat sukses dengan film Alice in Wonderland, tetapi lagi-lagi ia dihadapkan pada kendala, produser hanya membayar dalam jumlah sedikit. Namun, Disney tetap berusaha dan berkarya. Hasilnya adalah tokoh legendaris Mickey Mouse, lahir dari pengamatannya terhadap gerak-gerik seekor tikus. Kesuksesan pun menyusul dengan terciptanya karakter Donald Duck dan banyak tokoh lainnya.
Keteguhan Iman di Tengah Kehancuran Yerusalem
Yesus juga mengajarkan keteguhan ketika hidup terasa runtuh. Dalam Lukas 21:6-18, Ia menyampaikan bahwa Bait Allah yang diagungkan itu akan runtuh. Nubuatan ini menjadi kenyataan pada tahun 70, yaitu 37 tahun setelah penyaliban Yesus. Namun, sebelum kehancuran itu terjadi, Yesus menyebutkan tanda-tanda seperti munculnya mesias palsu (ayat 8), peperangan dan pemberontakan (ayat 9), serta bencana alam dan kelaparan (ayat 11). Semua ini menjadi gambaran penderitaan yang akan datang.
Para murid juga akan mengalami penganiayaan (ayat 12), namun mereka tidak boleh goyah. Meskipun hidup yang runtuh tampak di depan mata, mereka tetap harus bersaksi bagi Kristus (ayat 13). Allah memberikan jaminan pemeliharaan—rambut di kepala mereka pun tak akan hilang sehelai pun tanpa izin-Nya (ayat 18). Ini bukan jaminan bebas dari penderitaan, melainkan jaminan akan penyertaan Allah yang sempurna, bahkan jika nyawa sekalipun dipertaruhkan (ayat 16).
Hidup yang Runtuh, Tapi Tidak Menghancurkan Iman
Baik pengalaman Walt Disney maupun pengajaran Yesus kepada para murid-Nya, menunjukkan bahwa hidup yang runtuh bukanlah akhir dari segalanya. Dalam kehancuran, ada harapan. Dalam kesulitan, ada pengharapan. Seperti murid-murid yang diminta untuk tetap bersaksi, kita pun diajak untuk tetap teguh di tengah segala kepedihan hidup. Sebab Tuhan yang mengasihi kita tetap memegang kendali. Jangan menyerah, karena dalam situasi tergelap pun, kasih Tuhan tetap nyata dan terang.

