Notice: fwrite(): write of 691 bytes failed with errno=122 Disk quota exceeded in /home/u7049137/public_html/wp-content/plugins/wordfence/vendor/wordfence/wf-waf/src/lib/storage/file.php on line 42
Membenci Dosa Mengasihi Pendosa – GKI Kelapa Cengkir

Membenci Dosa Mengasihi Pendosa

Yesaya 1:10-18 ; Mazmur 32:1-7 ; 2 Tesalonika 1:1-4, 11-12 ; Lukas 19:1-10

Mungkin karena saya pun bertubuh pendek, saat menyanyikan lagu tentang Zakheus, saya sering membayangkan diri sendiri, walaupun kenyataannya tidaklah mungkin berani saya naik pohon tinggi… Zakheus bukan hanya kecil dan pendek, namun pekerjaannya sebagai kepala pemungut cukai yang bekerja untuk pemerintah Romawi, membuatnya menerima stempel sebagai pengkhianat rakyat sekaligus pendosa, sehingga dianggap layak untuk dibenci dan dijauhi.
Syukurlah, kisah Zakheus berakhir dengan bahagia. Bukan karena dia sutradaranya, namun karena hidupnya mengalami perubahan oleh jamahan kasih Tuhan! Kita bayangkan, Zakheus yang berada di atas pohon melihat ke bawah, berharap menemukan Yesus, kemudian Tuhan Yesus menengadahkan wajah-Nya menatap balik dengan penuh kasih sayang, sambil meminta Zakheus turun karena

Dia hendak menumpang di rumahnya… Pemandangan yang sangat luar biasa! Dan membawa hasil yang sangat luar biasa pula, yaitu membuat Zakheus bertobat, mengakui dosanya dan hidupnya berubah total menjadi baru! Tepat seperti yang kita baca di Kitab Yesaya 1:18, “Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba”. Pemazmur mengungkapkan isi hatinya dalam kitab Mazmur 32:1, “Berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya, yang dosanya ditutupi!”

Mungkin saat ini, kita pun sedang bergumul dalam dosa dan kesalahan. Seperti yang pernah dialami Zakheus, mungkin kita merasa disingkirkan, dipinggirkan dan dijauhi, dianggap tidak layak untuk melayani. Jangan berlari! Berhentilah! Karena Tuhan menunggu kita! Tuhan rindu menyembuhkan dan memulihkan kita. Selagi masih ada waktu, berikanlah respons positif kepada Tuhan! Berhentilah, rendahkan hati dan siapkan diri untuk menerima sapaan dan tatapan Yesus yang penuh kasih dan pengampunan. Tuhan membenci dosa, tetapi Ia tak pernah membenci kita. Fakta yang tidak terbantahkan adalah bahwa Tuhan sangat mengasihi manusia, lebih dari yang bisa kita pikirkan. Mari mulai bertanya kepada Dia, “Tuhanku, apa yang harus kulakukan hari ini agar Engkau dipermuliakan melalui hidupku?”

*** ( Sisilia_KoWis_ untuk WJ GKI KC 03.11.2019 )

You May Also Like

About the Author: gkikelapacengkir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Fatal error: Uncaught wfWAFStorageFileException: Unable to verify temporary file contents for atomic writing. in /home/u7049137/public_html/wp-content/plugins/wordfence/vendor/wordfence/wf-waf/src/lib/storage/file.php:51 Stack trace: #0 /home/u7049137/public_html/wp-content/plugins/wordfence/vendor/wordfence/wf-waf/src/lib/storage/file.php(658): wfWAFStorageFile::atomicFilePutContents('/home/u7049137/...', '<?php exit('Acc...') #1 [internal function]: wfWAFStorageFile->saveConfig('livewaf') #2 {main} thrown in /home/u7049137/public_html/wp-content/plugins/wordfence/vendor/wordfence/wf-waf/src/lib/storage/file.php on line 51