Hidup dan Berkarya Karena Kuasa Roh Kudus

Apakah Roh Kudus Hadir di GKI? Menyingkap Kuasa Roh Kudus di Balik Kesederhanaan Ibadah

Kuasa Roh Kudus sering kali disalahpahami hanya sebagai manifestasi lahiriah—misalnya, berbahasa Roh, nubuat, atau penyembahan yang penuh ekspresi emosional. Karena hal-hal seperti itu jarang ditemukan dalam ibadah Gereja Kristen Indonesia (GKI), muncul anggapan bahwa GKI kekurangan atau bahkan tidak memiliki kehadiran Roh Kudus. Namun, benarkah demikian?

Tanda Kehadiran Roh Kudus: Bukan Hanya Ekspresi, Tapi Buah Kehidupan

Jika benar Roh Kudus tidak bekerja dalam GKI, maka seharusnya gereja ini sudah kehilangan daya hidupnya sejak lama. Kenyataannya, GKI terus bertumbuh, melayani dengan setia, dan menghadirkan dampak nyata dalam masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa kuasa Roh Kudus tidak hanya terlihat dari suasana ibadah yang emosional, tetapi terutama melalui buah-buah Roh dalam kehidupan umat percaya: kasih, kesabaran, hikmat, dan kesaksian hidup.

Karunia Roh Kudus Bagi Semua: Hikmat dan Pelayanan Sebagai Bukti

Dalam 1 Korintus 12:7 dikatakan, “Tetapi kepada tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh untuk kepentingan bersama.” Ini menegaskan bahwa setiap orang percaya, termasuk warga jemaat GKI, menerima penyataan Roh Kudus untuk membangun tubuh Kristus. Bukti kehadiran-Nya tampak dalam karunia pelayanan, penghiburan bagi sesama, semangat kesaksian, dan ketekunan dalam tugas keseharian.

Roh Kudus Hadir di Segala Ruang Hidup, Bukan Hanya di Ibadah

Kehadiran Roh Kudus dalam kehidupan sehari-hari tidak dibatasi oleh dinding gereja atau format ibadah tertentu. Ia hadir di tengah keluarga, dunia kerja, relasi sosial, dan bahkan di dalam pergumulan hidup. GKI memahami bahwa karya Roh Kudus melampaui bentuk ibadah formal—Ia bekerja dalam hidup yang berserah, dipimpin oleh kasih, dan terus dibaharui oleh kuasa-Nya.

Panggilan Menjadi Saksi: Semangat Pentakosta dalam GKI

Dalam perayaan Pentakosta ini, melalui renungan bersama Pdt. Joas Adiprasetya, kita diingatkan bahwa kuasa Roh Kudus bekerja dalam banyak cara—termasuk yang tidak kasatmata. Sama seperti para murid yang dipenuhi Roh pada hari Pentakosta dan menjadi saksi Kristus hingga ke ujung bumi, kita pun dipanggil untuk menjadi saksi Injil dalam kehidupan modern: lewat keadilan, kasih, dan pengharapan.

Kiranya kita senantiasa peka terhadap pimpinan Roh Kudus dan tidak membatasi karya-Nya hanya pada bentuk yang terlihat oleh mata. Tuhan memberkati. Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *