Allah Tritunggal

SALAH PAHAM TENTANG ALLAH TRI-TUNGGAL

Kita sampai pada bagian yang sangat sensitive tetapi juga sangat sukar. Saya sebut sensitif karena bagian ini menjadi batu sandungan (khususnya saudara-saudara kita yang memeluk agama Islam) yang berpendapat bahwa berarti orang Kristen mempunyai tiga Allah, yang tentu tidak bisa mereka terima karena bagi mereka Allah itu satu (kesalah-mengertian ini berasal dari ajaran tentang Allah Tri-tunggal. Sensitif karena kita berusaha mati-matian untuk mengatasi kesalah-mengertian tetapi kita tidak mampu menjelaskan dogma Allah Tri-tunggal ini hingga memuaskan dan kita tidak setuju dengan tuduhan bahwa Allah kita tiga. Sangat sukar  karena ajaran ini memang tidak mudah untuk dimengerti. Setiap kita menekankan Keesaan Allah, kita kehilangan ketigaan. Sebaliknya setiap kita menekankan ketigaannya, kita kehilangan keesaannya. Kesalahpahaman itu sering datang dari istilah “pesona” yang didalam bahasa Indonesia diterjemahkan dengan “pribadi” atau “oknum” yaitu “sesuatu yang berdiri sendiri, mempunyai kesadaran sendiri dan kebebasan sendiri”. Istilah“tri-tunggal” sendiri tidak ada dalam Alkitab walau sering kita jumpai “Bapa, Anak dan Roh Kudus”. Kalau kita perhatikan Alkitab kita maka Perjanjian Lama lebih menekankan peranan Allah sebagai “Bapa”, sedangkan injil-injil lebih menekankan peran Allah sebagai “Anak”, sedangkan “surat-surat” bahkan “Kisah Para Rasul”, lebih menekankan peranan Allah sebagai “Roh Kudus”. Tetapi kita kita tidak boleh terjebak pada istilah “peranan” hanya karena kita ingin mengatakan bahwa “Allah kita satu dan mempunyai tiga peran”

ALLAH KITA ESA

Yang pertama harus dikatakan sesuai dengan berita Akitab bahwa Allah kita adalah Allah yang Esa. Ini disaksikan oleh Ulangan 6:4, yang kemudian diulangi dalam Markus 12:29, 32; 1 Timotius 1:17; 2:5 (di ayat ini Kristus Yesus telah disebut); dan Yudas 25 (tetapi di ayat ini Yesus Kristus yang adalah Juruselamat kita telah diakui sebagai Allah yang esa itu). Ini perlu untuk kita katakan dengan tegas untuk menghilangkan kesalah-pahaman saudara-saudara kita pemeluk agama Islam. Tetapi sekaligus harus dikatakan bahwa kata ”esa” dalam Ulangan 6:4 ini dalam bahasa Ibraninya memakai kata “ekhad” yang berarti satu“dalam kejamakkan”, itu berarti Allah kita bukan esa dalam pengertian satu secara matematis, tapi sebagai compound unity. Walaupun istilah “tri-tunggal” tidak ada, tetapi ke tri-tunggalan Allah ini sudah nampak dalam rencana Allah pada penciptaan manusia (Kejadian 1:26). Bahkan didalam Yohanes 1 Yesus diakui sebagai Allah dan telah berkarya sejak penciptaan, tentu saja ini sejalan dengan peristiwa penciptaan dimana Allah menciptakan segala sesuatu dengan FirmanNya.

 

ALLAH TRI-TUNGGAL NAMPAK DALAM KARYANYA

Ketika membicarakan tentang Allah tritunggal ini keterbatasan manusia, yang tidak mungkin mengerti segala sesuatu tentang Allah, nampak sekali. Sekalipun banyak ilustrasi dibuat manusia untuk menjelaskan Allah tri-tunggal, tetapi tidak ada satupun yang mampu menjelaskan secara tuntas Allah tri-tunggal. Setiap ilustrasi mempunyai kelemahan.

BAPA

Allah tri-tunggal ini hanya dapat dilihat dari karya Allah. Sebagai Bapa, Ia menciptakan segala sesuatu, (lihat peristiwa penciptaan baik dalam kitab Kejadian maupun dalam Yohanes 1). Dalam peristiwa penciptaan sangat jelas diperlihatkan bahwa semua itu ada bukan karena dengan sendirinya ada, serta bukan karena mengalir keluar, seperti sarang laba-laba, tetapi Karena diciptakan oleh Allah Bapa. Dengan kata lain kalau bukan diciptakan oleh Allah Bapa dengan FirmanNya, langit dan bumi ini kosong adanya.

Memerintah (Mazmur 22:29; 47:9; 2 Timotius 2:12 dan Wahyu 11:15; 20:4). Setelah mencipta, Allah tidak kemudian duduk diam dan tidak berbuat apa-apa lagi, tetapi Dia mengatur segala sesuatu sehingga semuanya menjadi teratur ditempatnya masing-masing bahkan kemudian memerintah atasnya. Tidak ada yang diluar kekuasaan tanganNya, semua berada dibawah kekuasaanNya. Itu berarti manusia yang adalah”gambar Allah” , yang dapat mengerjakan segala sesuatu, harus tetap sadar bahwa ia tetap berada di bawah pemerintahan Allah. Allahlah yang berkuasa dan bukan dirinya.

Dan akhirnya memelihara apa yang telah diciptakanNya. Ini merupakan kabar baik bagi setiap orang yang sungguh-sungguh bersandar kepadaNya. Apa yang telah diciptakanNya tidak dibiarkan begitu saja, tetapi dipeliharaNya, lebih-lebih yang bersandar padaNya. Karena itu setiap orang percaya yang dalam keadaan sulit jangan mudah menyerah kalah, Allah yang memeliharamu pasti tidak akan membiarkanmu menghadapi semua itu sendirian, Ia sedang bersama-sama denganmu. Bahkan Petrus dalam 1 Petrus 5:7 mengatakan agar orang percaya menyerahkan segala kekuatirannya kepada Allah karena Allah yang memeliharamu.

ANAK

Ketika manusia jatuh ke dalam dosa (Kejadian 3) dan harus menerima upahnya yaitu maut (Roma 6:23), Allah yang mengasihi manusia tidak membiarkan manusia binasa karena dosa-dosanya. Ia rela menyerahkan dirinya untuk merangkulmu itu, sehingga terjadilah peristiwa kelam yaitu kematian Tuhan Yesus di atas kayu salib (lihatberita-berita kematian Tuhan Yesus dalam injil-injil dan surat-surat yang memberitakan kematian Tuhan Yesus di atas kayu salib), dan mengalahkannya melalui peristiwa kebangkitan, semua ini menjadi jalan untuk pembebasan manusia dari kuasa dosa dan keselamatan baginya (bandingkan dengan Roma 5:17 dan Yohanes 3:16).

 

ROH KUDUS

Selanjutnya, apa yang Tuhan Yesus lakukan diteruskan oleh Roh Kudus (baca seluruh “Kisah Para Rasul” atau mungkin lebih tepat “Kisah Karya Roh Kudus Melalui Para Rasul”). Roh Kudus bukan hanya Roh Allah yang menyertai jemaat, tetapi juga Roh yang memperbaharui dan melanjutkan apa yang Tuhan Yesus telah lakukan. Di dalam Perjanjian Lama, Roh Kudus adalah kekuatan Allah yang menghidupkan dan memperbaharui. Fungsi Roh Kudus yang seperti ini Nampak jelas pula dalam Perjanjian Baru. Gereja Tuhan, yang disertai Roh Kudus dan terus menerus diperbaharui oleh Roh Kudus, melanjutkan karya penyelamatan Allah yang memuncak dalam Tuhan Yesus. Roh Kudus akan memakai persekutuan, pelayanan dan kesaksian jemaat “berbicara dan mengubah” orang-orang disekitar gereja untuk menjadi umat yang diselamatkan juga.

Dengan melihat kepada karya Allah di dunia, kita mengakui bahwa yang telah berkarya adalah Allah Tri-tunggal, yaitu Bapa, Anak dan Roh Kudus. Satu dalam ketigaan dan tiga dalam kesatuan. Karena itu tidak heran kalau gereja tidak lagi mempersoalkan Allah Tri-tunggal melainkan mempercayainya. Mudah-mudahan itu juga sikap kita terhadap Nya. Mudah-mudahan tulisan ini juga menjadi berkat untuk anda semua

Pdt. Em. Agustinus Kermite

You May Also Like

About the Author: gkikelapacengkir

1 Comment

  1. Shalom. Mari deklarasikan Shema Yisrael dan Ve’ahavta seperti yang telah disampaikan oleh Moshe/ משה/ Musa di hadapan bangsa Israel dan juga pernah dikutip oleh Yeshua/ ישוע/ Yesus sebagai hukum yang paling utama.

    Aksara Ibrani : ” שמע ישראל יהוה אלהינו יהוה אחד. ואהבתא את יהוה אלהיך בכל לבבך ובכל נפשך ובכל מאדך ואהבתא לרעך כמוך. ”

    Pembacaannya menurut peraturan tata bahasa Ibrani : ” Shema Yisrael YHWH ( Adonai ) YHWH ( Adonai ) ekhad. Ve’ahavta et YHWH ( Adonai ) Eloheikha bekol levavkha uvkol nafsheka uvkol meodekha veahavta lereakha kamokha. ”

    Terjemahannya dengan beberapa penyesuaian : ” Dengarlah, hai orang Israel: YHWH ( Adonai ) Elohim kita: YHWH ( Adonai ) satu adanya. Dan kasihilah YHWH ( Adonai ) Elohimmu dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. ”
    ( Imamat 19 : 18, Ulangan 6 : 4 -5, Matius 22 : 37,
    Markus 12 : 29 – 31, Lukas 10 : 27 ) Tuhan memberkati. 🕎✡🐟🕊📖🇮🇱✝

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *