”USIA INDAH”

”USIA INDAH”

(Yehezkiel 17:22-24; Mazmur 92:1-4, 12-15; 2 Korintus 5:6–17; Markus 4:26-34)

Hidup manusia seharusnya seperti pohon yang semakin tua semakin rindang.namun apakah memang demikian?

Markus menjelaskan bagaimana Kerajaan Sorga seperti pohon yang bertumbuh. Petani memang menabur. tapi lihat bagaimana pemeliharaan Tuhan dalam pertumbuhan, Misterius sekali. Tetapi nyata tumbuh. Maka jangan pernah kita sombong, karena pertumbuhan itu adalah anugerah. Oleh karena itu setiap usia kita adalah usia yang indah.

Tujuan dari pertumbuhan itu sendiri adalah KASIH YANG MEMBERI KEHIDUPAN.

Markus 4:31-32 (TB) Hal Kerajaan itu seumpama biji sesawi yang ditaburkan di tanah. Memang biji itu yang paling kecil dari pada segala jenis benih yang ada di bumi.
Tetapi apabila ia ditaburkan, ia tumbuh dan menjadi lebih besar dari pada segala sayuran yang lain dan mengeluarkan cabang-cabang yang besar, sehingga burung-burung di udara dapat bersarang dalam naungannya.”

Demikian kita juga yang telah ditumbuhkan oleh Allab menjadi sumber kasih yg menghasilkan kehidupan. Contoh yang nyata ada dalam diri Yesus. Bahkan dalam:

Yehezkiel 17:23 (TB) di atas gunung Israel yang tinggi akan Kutanam dia, agar ia bercabang-cabang dan berbuah dan menjadi pohon aras yang hebat; segala macam burung dan yang berbulu bersayap tinggal di bawahnya, mereka bernaung di bawah cabang-cabangnya.

Yesus sudah dinubuatkan bagaikan sebagai pelaku kasih yang memberi kehidupan.

Hari ini selain belajar dari pohon sesawi,pohon aras,kita juga dapat belajar dari pohon korma:
Orang benar akan bertunas seperti pohon korma,…

Pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar.” (Mzm. 92:12, 14)

Pertama,Pohon Korma adalah pohon yang kuat. Karena saat ditanam langsung ditumpuk batu-akarnya menjalar panjang untuk mencari air. Maka jangan kaget jika di padang gurun yg tandus, angin sangat kencang pohon ini tetap bertumbuh dan bertahan.

Kedua,Pohon korma adalah sang pemberi harapan. Ketika seseorang yang sedang melakukan perjalanan di padang pasir, ia kehabisan bekal dan kepanasan kemudian melihat pohon kurma, mereka yakin di situ ada kehidupan, ada buahnya dan pasti ada air di bawahnya. Semakin tua, akar-akar pohon kurma itu terus menjalar. Ia semakin kokoh, pohonnya semakin besar dan tentu buahnya semakin lebat!

Makin bertambah usia seharusnya memang kita hatus makin meneduhkan dan menghasilkan buah.biarlah orang disekitar kita menjadi HIDUP.

(Pdt. Winner Pananjaya, 17 Juni 2018)

You May Also Like

About the Author: gkikelapacengkir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *