MATA IMAN # 1658
Sabtu, 12 Oktober 2024
Bacaan: 1 Raja-raja 19:1-8
Nas: Ia memohon supaya ia mati, katanya, “Cukuplah sudah! Sekarang, ya TUHAN, ambillah nyawaku, sebab aku ini tidak lebih baik daripada nenek moyangku.” (Ayat 4b TB2-LAI)
DARURAT BUNUH DIRI
Sabtu sore seminggu lalu, cuaca sangat cerah dan apartemen tempat saya berkantor dipenuhi gelak tawa anak-anak yang bermain di taman maupun di kolam renang. Tak disangka, di sisi lain gedung, seorang pria muda seumuran saya memutuskan terjun dari lantai 15 dan mengakhiri hidupnya. Sandersan Onie, Presiden Asosiasi Pencegahan Bunuh Diri Indonesia mengatakan bahwa Indonesia telah masuk dalam darurat kesehatan mental. Polri mencatat, Januari sampai Juli 2024 ini telah terjadi minimal 3.400 kematian akibat bunuh diri.
Dalam 1 Raja-raja 19:4-5, Elia, seorang nabi besar, merasa begitu putus asa hingga ia berdoa kepada Tuhan untuk mengambil nyawanya. Namun, Tuhan tidak meninggalkan Elia dalam keputusasaannya. Tuhan mengirimkan malaikat untuk memberinya makan dan kekuatan. Ini menunjukkan bahwa dalam saat-saat tergelap, Tuhan tetap ada dan memberikan penghiburan. Hidup adalah anugerah yang harus kita jaga dengan penuh rasa syukur, bahkan ketika kita merasa beban hidup terlalu berat untuk dipikul.
Hari Kesehatan Mental Sedunia jatuh pada 10 Oktober. Momen ini mengajak kita untuk membuka diri dan saling memperhatikan. Jangan anggap enteng permasalahan mental, baik di tempat kerja maupun di kehidupan sehari-hari. Sebagai orang percaya, mari kita saling mendukung, memberi ruang untuk berbicara, dan membawa setiap masalah dalam doa. (OLV)
TUHAN TIDAK PERNAH MENINGGALKAN KITA, DAN KEPADA-NYA KITA DAPAT MENEMUKAN HARAPAN HIDUP YANG BARU.
—————–
Informasi seputar GKI Kelapa Cengkir
dapat diakses melalui :
https://linktr.ee/gkikelapacengkir
Whatsapp by http://wa.me/6281388901368
Dapatkan informasi mengenai kegiatan gereja dan pengumuman lainnya melalui warta jemaat GKI Kelapa Cengkir

