Berjaga dalam Iman, Panggilan yang Tak Boleh Diabaikan

Berjaga dalam iman adalah panggilan bagi setiap orang Kristen, agar kita tidak tertidur tetapi selalu siap sedia. Hal tersebut sama seperti menantikan kedatangan Tuhan Yesus Kristus, yang merupakan sebuah kepastian. Akan tetapi waktu kedatangan-Nya tidak bisa dipastikan oleh siapapun. Kedatangan Tuhan diumpamakan sebagai situasi di mana setiap orang akan diajak memasuki hidup kekal yang sempurna, yang membuat tidak ada lagi penderitaan. Di situ kebahagiaan abadi dialami, sampai selama-lamanya.
Yesaya 64:1-9; Mazmur 80:2-8, 18-20; 1 Korintus 1:3-9; Markus 13:24-37
Panggilan ini disampaikan dengan sangat tegas dan jelas dalam Injil Markus, di mana Yesus menegaskan bahwa kedatangan-Nya di akhir zaman merupakan suatu kepastian yang tidak dapat dihindari, meskipun waktu pastinya tidak dapat diketahui oleh siapa pun. Dalam pengajaran-Nya, Yesus memberikan perumpamaan yang menggambarkan keadaan ini dengan sangat gamblang, yaitu dengan mengumpamakan kita sebagai orang-orang yang dipercayakan untuk menjaga sebuah rumah oleh sang empunya rumah yang sedang melakukan perjalanan jauh. Jika pada suatu saat sang empunya rumah itu kembali dan mendapati bahwa kita, yang dititipi tanggung jawab tersebut, sedang tertidur dan lalai dalam menjalankan tugas menjaga rumah, maka kita tidak akan diterima atau dianggap tidak siap. Oleh karena itu, dengan tegas Yesus mengingatkan agar kita senantiasa dalam keadaan berjaga-jaga dan waspada, selalu siap dan tidak lengah, supaya ketika waktu kedatangan-Nya tiba, kita dapat menyambut-Nya dengan penuh kesiapan dan kesadaran.
Apa arti berjaga dalam iman?
Berjaga bukan hanya soal fisik tetap terjaga, tetapi juga berarti menjaga hati, pikiran, dan tindakan agar selalu selaras dengan firman Tuhan. Dalam 1 Korintus, Paulus mengingatkan bahwa kita telah menerima ajaran tentang kebaikan dan panggilan untuk menghidupi nilai-nilai tersebut. Namun, seringkali kita terbuai oleh kenyamanan hidup dan melalaikan tugas rohani kita.
Ketika iman kita tertidur, kita kehilangan kesadaran akan kehadiran Tuhan dan kewajiban kita sebagai umat-Nya. Kita jadi mudah tergoda untuk mengabaikan firman dan melemah dalam menjalankan kehendak-Nya. Oleh sebab itu, panggilan untuk berjaga menjadi sangat penting agar kita tidak kehilangan arah dan tetap hidup dalam pengharapan akan kedatangan Kristus.
Bagaimana menjaga agar iman tidak tertidur?
Terus berdoa sebagai bentuk komunikasi aktif dengan Tuhan, memohon kekuatan dan keberanian untuk hidup sesuai kehendak-Nya.
Membaca dan merenungkan firman Tuhan secara rutin agar hati dan pikiran tetap terarah.
Mengaplikasikan ajaran Kristus dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam hal pengampunan dan kasih kepada sesama.
Menjaga komunitas iman sebagai tempat saling menguatkan dan mengingatkan.
Dengan hidup berjaga, kita menjadi umat yang siap menyambut kedatangan Mesias kapan pun Ia datang. Penantian kita bukan sekadar menunggu, tetapi aktif membangun iman dan menghidupi nilai-nilai ilahi yang mengarahkan kita menuju hidup kekal.
Mari kita jawab panggilan ini dengan sepenuh hati: jangan tertidur, tetapi berjaga dalam iman!
Tuhan Yesus Memberkati. Amin.
Ringkasan Kotbah dari Pdt. Yosias Nugroho Wijaya

