Sahabat Mereka yang Berduka
Pernah ngga, sih salah satu teman kalian mengalami kedukaan? Pastinya, kalian ingin menemani mereka melewati fase kedukaan, tetapi, muncul keresahan karena tidak tahu bagaimana caranya? Sahabat setidaknya mampu memahami dan menghibur seseorang yang berduka.
Sahabat bagi yang Berduka: Pengantar
Kalian tentu enggan jika fase kedukaan sampai membuat teman kalian menjadi tidak bersemangat melanjutkan hidup lagi dan tidak mau bergaul dengan orang di sekitarnya. Mari, simak hal-hal tentang langkah yang dapat dilakukan untuk menjadi sahabat bagi mereka yang berduka.

Sahabat Penghibur Duka
“Pribadi yang mengalami duka lebih dikasihani dibandingkan sosok yang berpulang. Kepedihan melanda mereka sebagai pihak-pihak terkasih dari pribadi yang lebih dahulu ke Rumah Bapa. Tidak diketahui berapa masa yang dibutuhkan untuk pulih dari rasa sakit ditinggalkan.”
Pendampingan Kedukaan Model Alkitab: Sahabat bagi Mereka
Sejatinya, memang tidak ada duka yang terlalu ringan. Bagaimana Ia menghibur hati yang berat itu? Yesus hadir, sebagaimana eksistensi kita diperlukan mereka yang membutuhkan.
Bentuk Kasih Sahabat kepada yang Berduka
Tuhan Allah adalah Pribadi yang loving dan caring. Kita memiliki keyakinan bahwa Allah itu Kasih yang mengasihi. Allah yang memedulikan kita di saat kita jatuh maupun bangun. Allah peduli kepada hamba-Nya sehingga kita merasa bahwa dia tidak kesepian. Peduli, di Alkitab Tuhan Yesus sangat peduli kepada para rasul-rasul-Nya.
Sahabat Berduka: Kasih yang Ditunjukkan
Tuhan Yesus juga sering mengadakan perjamuan bersama para rasul-rasul-Nya sebagai bentuk kepedulian yang tanpa memandang kaya atau miskin. Tuhan Yesus menyembuhkan mereka yang sakit dan lemah serta Tuhan Yesus memberikan makanan kepada mereka yang kelaparan
Kehadiran Nyata sebagai Sahabat
Penjelmaan Allah Menjadi Manusia (Yohanes 1:1-18 dan 3:16),
Wujud yang paling nyata ketika kita ingin menjadi sahabat orang yang mengalami kedukaan adalah meneladani apa yang dilakukan oleh Allah ketika Ia menjelma menjadi manusia. Ketika kita mendampingi orang lain, menolong orang lain, peduli kepada orang lain itu fokusnya bukan hanya jutaan kata “sabar”, tetapi tindakan menghibur sebagai teman. Yesus sendiri Sahabat yang memahami emosi yang terjadi dari apa yang kita hadapi, meski tanpa kata dapat diucap.
Mendampingi: Sahabat yang Mendengar dan Mengerti
Penutur Mazmur 22 mengalami pergumulan sangat berat dan mohon pendampingan Tuhan – El-Roi. Mazmur 22 ini menggambarkan seseorang yang mengalami depresi yang sangat dalam, sehingga akhirnya mengeluh kepada Allah dan bertanya, “Mengapa hal ini itu terjadi?” Permohonan kepada Tuhan akan pendampingan-Nya. Mazmur 22 mengatakan akan kemuliaan Tuhan. Arti El Roi itu sendiri adalah Tuhan dan teman.
Sahabat di Saat Suka dan Duka
Kita bisa menerjemahkan Mazmur 23 dengan “Tuhan adalah temanku juga” di sisi lain Ia adalah Gembalaku yang baik. Hal ini berkaitan dengan sikap kita ketika kita menemani orang yang mengalami kedukaan.
Simpati layaknya Sahabat
Yesus mendampingi 2 murid ke Emaus (Lukas 24:13-35). Yesus mendampingi, yakni menjadi Teman seperjalanan dua (2) murid ke Desa Emaus. Kala itu, murid-murid sedang mengalami kedukaan yang mendalam. Dua murid ini sedang menceritakan kedukaannya hingga tidak tahu mengenai kedatangan Yesus di sana.
Empati layaknya Sahabat
Orang yang mengalami kedukaan sulit untuk berfokus pada hal-hal di sekitar dan hal tersebut terjadi bukan karena mereka kurang beriman, melainkan mereka sedang mengalami pergumulan yang luar biasa hingga Yesus datang menemani mereka sehingga akhirnya tersadar bahwa Dia menyertai mereka. Simpati sahabat berarti memahami bagaimana perasaan tersebut. Empati seorang sahabat berarti turut berduka atas apa yang menimpa mereka.
Apa yang Dibutuhkan Orang Berduka?
Dapat disimpulkan bahwa perkataan-perkataan kepada sesama kita yang sedang berduka atau mengalami kedukaan itu bisa saja tidak terlalu, bahkan tidak mempan dikarenakan mereka butuh ruang untuk merenung. Sesuatu yang nyata seperti kehadiran dan pengertian seorang sahabat serta penghiburan sederhana yang diiringi doa pemulihan dapat kita lakukan untuk mereka.
Sahabat yang Mengobati Mereka yang Berduka
Jadi, teman-teman semua mampu menjadi sahabat bagi mereka yang berduka dengan kehadiran saudara bagi mereka yang dianggap penting untuk sekadar menghibur atau mengerti melalui mendengar perih duka yang dilalui. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.
Sahabat Mereka yang Berduka: Penutup
Sahabat Berduka—kita menempatkan diri sebagai pendengar, tempat berbagi cerita, serta yang memberi penghiburan dengan kasih Kristus yang diteladani.
Disunting oleh Ezra Epiphania


