(Ayub 38:1-11; Mazmur 107:1-3, 23-32; 2 Korintus 6:1–13; Markus 4:35-41)
Tuhan Bertindak dalam Krisis: Pengalaman Serangan Jantung yang Mengubah Hidup
Tuhan bertindak? Bagaimana caranya dalam kehidupan nyata? Itulah yang saya alami sendiri pada bulan Juni 2017, ketika mendadak terkena serangan jantung. Padahal, dua dokter sebelumnya menyatakan bahwa saya hanya mengalami gangguan lambung saat saya memeriksakan diri ke rumah sakit karena merasakan sakit di dada, rahang bawah, dan lengan atas. Terkejut, bingung, dan takut—itulah reaksi awal saya. Terlebih setelah dokter menyatakan bahwa saya harus dirawat lebih lama dan menjalani tindakan medis lanjutan yang biayanya tidak sedikit…
Saat Badai Datang Tanpa Peringatan: Tuhan Bertindak Melalui Kesaksian Nyata
Bulan Juni 2017 menjadi titik balik hidup saya. Tiba-tiba, saya mengalami serangan jantung. Padahal sebelumnya, dua dokter menyatakan bahwa saya hanya mengalami gangguan lambung. Namun rasa nyeri di dada, rahang bawah, dan lengan atas tidak kunjung hilang. Ketika diagnosis sebenarnya muncul, saya terpukul. Perasaan bingung, takut, dan tak berdaya melanda. Saya harus menjalani perawatan lebih lama dan tindakan medis lanjutan yang tidak murah. Saat itu, saya merasa seperti murid-murid Yesus di dalam perahu—di tengah badai, meski Tuhan sebenarnya ada bersama mereka (Markus 4:35–41).
Tuhan Bertindak Lewat Hal Sederhana: Kasih dan Kekuatan di Tengah Ketakutan
Di tengah air mata dan kecemasan, sebuah pesan WhatsApp dari sahabat saya datang:
“Yang menjadi bagianmu, kerjakan. Tuhan yang akan menyempurnakannya. GBU.”
Pesan singkat itu seperti suara Tuhan langsung ke hati saya. Saya menangis, tapi bukan karena takut, melainkan karena merasa dikuatkan. Tuhan hadir—bukan lewat mujizat besar, tapi melalui kasih yang sederhana. Dalam Mazmur 107, kita membaca bahwa Tuhan menjawab seruan orang-orang yang terombang-ambing di lautan badai, dan membawa mereka ke tempat aman.
Kekuatan Tuhan untuk Bertahan dan Menari di Tengah Badai Kehidupan
Saya pun mengizinkan diri saya ditolong—oleh keluarga, oleh para dokter, oleh Tuhan sendiri. Pada bulan Juli, saya menjalani tindakan medis di Penang. Prosesnya tidak mudah, tapi saya dikuatkan. Dalam 2 Korintus 6, Paulus berbicara tentang ketekunan dalam penderitaan dan kuasa Allah yang menyertai. Tuhan memang tidak selalu menyembuhkan dengan cara yang kita inginkan. Tetapi Dia memberi kekuatan untuk bertahan, bahkan untuk menari di tengah badai.
Tuhan Bertindak Melalui Kita: Menjadi Alat Kasih yang Menguatkan Sesama
Teman saya yang mengirimkan pesan itu kemudian berkata:
“Hati saya digerakkan-Nya.”
Kalimat ini mengingatkan kita bahwa kita pun bisa menjadi alat kasih Tuhan. Mungkin melalui kata yang tepat, bantuan kecil, atau hanya sekadar hadir. Dalam Ayub 38, Tuhan menunjukkan kuasa-Nya atas alam—termasuk badai—dan menyatakan bahwa tidak ada satu hal pun yang lepas dari kendali-Nya.
Dalam setiap badai kehidupan, ketika kita merasa tak berdaya dan takut, percayalah bahwa Tuhan selalu hadir dan bertindak—bukan selalu dengan cara yang kita harapkan, tetapi melalui kekuatan, kasih, dan orang-orang di sekitar kita. Marilah kita membuka hati untuk menjadi alat kasih-Nya, menyebarkan pengharapan dan penguatan bagi sesama yang sedang bergumul. Karena di tengah gelombang hidup yang paling gelap sekalipun, terang kasih Tuhan tidak pernah padam dan selalu mengajak kita untuk terus melangkah dengan iman dan sukacita. Tuhan Yesus Memberkati. Amin.
*** ( Sisilia_KoWis_ untuk WJ GKI KC 24.06.2018 )


