Skip to main content

Mata Iman #2367: Cognitive Dissonance

MATA IMAN #2367

Jumat, 09 Oktober 2026

Bacaan: 1 Samuel 15:13-23

Nas: Tetapi, kata Samuel, “Apakah TUHAN berkenan pada kurban bakaran dan kurban sembelihan sama seperti kepada mendengarkan suara TUHAN? Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik daripada kurban sembelihan, mengindahkan lebih baik daripada lemak domba jantan…” (Ayat 22)

COGNITIVE DISSONANCE

Psikolog Leon Festinger pada tahun 1957 memperkenalkan teori cognitive dissonance. Teori ini menjelaskan ketegangan batin saat tindakan nyata kita berbenturan dengan nilai moral yang kita yakini. Untuk meredakan rasa bersalah tanpa perlu bersusah payah mengubah perilaku, manusia cenderung menciptakan rasionalisasi atau dalih pembenaran atas kebiasaan buruknya sendiri.

Kecenderungan berbahaya ini tampak jelas pada diri Raja Saul ketika ia melanggar perintah TUHAN. Bukannya mengakui ketidaktaatannya, ia justru berdalih bahwa ternak terbaik disisakan untuk dipersembahkan sebagai kurban dalam ibadah. Alkitab mengingatkan bahwa Allah menolak segala bentuk topeng rohani yang dipakai untuk menutupi kompromi dosa. Allah menghendaki ketaatan yang utuh dan kerendahan hati untuk bertobat, bukan pembelaan diri.

Sobat Cengkir, jangan biarkan dalih pembenaran mematikan kepekaan hati nurani Anda. Mulai hari ini, beranikan diri untuk memeriksa motivasi batin secara jujur di hadapan terang firman Allah. Akui setiap kelemahan dan selaraskan kembali tindakan hidup Anda dengan kehendak-Nya. (NBA)

TUHAN TIDAK PERNAH MEMINTA ALASAN PEMBENARAN KITA, MELAINKAN MENGHENDAKI KETAATAN DAN PERTOBATAN YANG SUNGGUH.

—————–

Informasi seputar GKI Kelapa Cengkir dapat diakses melalui :
https://linktr.ee/gkikelapacengkir
Whatsapp by http://wa.me/6281388901368

Dapatkan informasi mengenai kegiatan gereja dan pengumuman lainnya melalui warta jemaat GKI Kelapa Cengkir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *