Skip to main content

Mata Iman #2360: Duka yang Tak Kelihatan

MATA IMAN #2360

Kamis, 01 Oktober 2026

Bacaan: 1 Samuel 1:9-18

Nas: Tetapi, Hana menjawab, “Bukan demikian, Tuan, aku seorang perempuan yang sangat tertekan. Aku tidak minum anggur ataupun minuman keras, tetapi mencurahkan isi hatiku di hadapan TUHAN. (Ayat 15)

DUKA YANG TAK KELIHATAN

Psikolog Pauline Boss dan Kenneth Doka memperkenalkan istilah ambiguous loss dan disenfranchised grief. Konsep ini merujuk pada rasa duka mendalam tanpa ada kematian fisik, seperti pupusnya cita-cita, pertemanan yang kandas, atau hilangnya masa muda. Kesedihan semacam ini kerap dipendam sendiri karena lingkungan sering menganggapnya sepele.

Di Silo, Hana mengalami kepedihan tak kasat mata yang disalahartikan bahkan oleh imam Eli sebagai kemabukan. Namun, Hana tidak mematikan perasaannya, melainkan mencurahkan seluruh remuk hatinya kepada Allah. Alkitab menegaskan bahwa Allah tidak pernah mengabaikan air mata dari kehilangan yang tak tampak oleh mata dunia. Dia memahami setiap luka yang belum sempat memiliki nama.

Sobat Cengkir, jangan menghakimi atau memendam rasa hampa yang sedang Anda alami hari ini. Validasi duka Anda dan bawalah seluruh pecahan harapan itu kepada Allah. Percayalah bahwa pemulihan sejati dimulai saat kita berani jujur di hadapan Allah yang maha mengerti. (NBA)

TUHAN TIDAK HANYA MENGHITUNG AIR MATA KEMATIAN, TETAPI JUGA MEMELUK SETIAP DUKA YANG TAK TERLIHAT OLEH DUNIA.

—————–

Informasi seputar GKI Kelapa Cengkir dapat diakses melalui :
https://linktr.ee/gkikelapacengkir
Whatsapp by http://wa.me/6281388901368

Dapatkan informasi mengenai kegiatan gereja dan pengumuman lainnya melalui warta jemaat GKI Kelapa Cengkir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *