Mata Iman #2245: Ibadah yang Hidup

MATA IMAN #2245

Jumat, 22 Mei 2026

Bacaan: Mazmur 104:24-35

Nas: Aku hendak bernyanyi bagi TUHAN selama aku hidup, aku hendak bermazmur bagi Allahku selagi aku ada. (Ayat 33)

IBADAH YANG HIDUP

Pernahkah Anda merasa bahwa ibadah menjadi terasa kering? Hadir setiap Minggu, menyanyikan lagu yang sama, duduk di bangku yang sama — tetapi hati terasa jauh. Para teolog menyebut kondisi ini sebagai spiritual dryness: kekeringan rohani, di mana ibadah tidak lagi terasa sebagai perjumpaan dengan Allah, melainkan sekadar rutinitas yang harus diselesaikan. Kalau pernah merasakannya, Anda tidak sendirian dan Alkitab punya sesuatu untuk dikatakan tentang ini.

Mazmur 104 berisi himne agung tentang kebesaran Allah sebagai Sang Pencipta. Pemazmur tidak sekadar mendaftar karya-karya TUHAN, tetapi ia kagum, bersukacita, dan memberikan tanggapan yang positif. Ibadah dalam bahasa Ibrani disebut avodah, yang berarti bakti, pelayanan, pengabdian, sekaligus pekerjaan. Dengan demikian, ibadah bukan hanya terjadi di dalam tempat ibadah, tetapi juga terwujud dalam cara kita menjalani pekerjaan dan keseharian dengan hati yang berpusat pada Allah. Ibadah bukan untuk memuaskan selera kita, melainkan untuk memuliakan Allah.

Sobat Cengkir, kalau ibadah kita terasa hambar, mungkin bukan masalah pada musik atau khotbahnya. Marilah kita mengevaluasi diri: kepada siapa ibadah itu ditujukan? Kembalilah ke posisi dasar: bahwa setiap nyanyian, doa, dan langkah hidup kita adalah persembahan kepada Allah yang luar biasa itu. (LPPS)

JIKA IBADAH DIIBARATKAN TEATER: PELAYAN IBADAH ADALAH SUTRADARA, JEMAAT ADALAH AKTOR, DAN TUHAN SENDIRI ADALAH PENONTONNYA.

—————–

Informasi seputar GKI Kelapa Cengkir dapat diakses melalui :
https://linktr.ee/gkikelapacengkir
Whatsapp by http://wa.me/6281388901368

Dapatkan informasi mengenai kegiatan gereja dan pengumuman lainnya melalui warta jemaat GKI Kelapa Cengkir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *