MATA IMAN #2217
Jumat, 24 April 2026
Bacaan: Kejadian 3
Nas: Lalu TUHAN Allah mengusirnya dari Taman Eden supaya ia mengerjakan tanah dari mana ia diambil. (Ayat 23)
KENAPA KITA HIDUP SUSAH
Seorang teman yang sudah beranjak lebih dewasa bertanya, “Kenapa kita hidup susah ya? Perasaan dulu pas masih kecil atau remaja, main mulu, jalan-jalan mulu. Paling ribetnya kalau disuruh belajar. Dulu kecil, kepingin cepat besar supaya bisa dapat uang sendiri. Begitu besar, ternyata kerja itu susah.”
Dalam bacaan hari ini, Eden bukan sekadar tempat, melainkan simbol kehadiran Allah. Ketika manusia terpisah dari Allah, kita kehilangan “sumber daya” dari hidup kita. Tanpa arahan Allah, manusia harus menebak-nebak jalan hidupnya sendiri, yang seringkali berujung pada kebingungan dan penderitaan. Puji syukur, Allah berkenan memberikan anugerah sukacita di dalam Kristus.
Lantas, apakah kita yang sudah beriman dalam Kristus tetapi hidupnya terasa susah, dapat dinilai sebagai orang yang jauh dari Allah? Tentu tidak. Setiap orang, baik kaya maupun miskin, aktif maupun pasif dalam pelayanan, tetap bisa merasakan hidup susah. Hidup yang terasa susah justru menjadi pengingat agar kita senantiasa melekat kepada-Nya, mencari sukacita dalam-Nya, dan tunduk dalam arahan-Nya. (AS)
SIN MAKES WORK A ‘THORNS AND THISTLES’ AFFAIR. WORK IS STILL GOOD, BUT IT IS NOW OFTEN FRUSTRATING, EXHAUSTING, AND DISAPPOINTING. BUT IN CHRIST, WORK IS NO LONGER ABOUT BUILDING OUR IDENTITY, BUT ABOUT SERVING GOD. (Timothy Keller dalam buku ‘Every Good Endeavor’)
—————–
Informasi seputar GKI Kelapa Cengkir dapat diakses melalui :
https://linktr.ee/gkikelapacengkir
Whatsapp by http://wa.me/6281388901368
Dapatkan informasi mengenai kegiatan gereja dan pengumuman lainnya melalui warta jemaat GKI Kelapa Cengkir
