MATA IMAN #2190
Sabtu, 28 Maret 2026
Bacaan: Pengkhotbah 7:1-22
Nas: Pada hari mujur bergembiralah, tetapi pada hari malang ingatlah bahwa hari malang ini pun dijadikan Allah seperti juga hari mujur, supaya manusia tidak dapat menemukan apa pun mengenai masa depannya. (Ayat 14)
HARI BAIK DAN HARI BURUK
Hari mujur dan hari malang dapat diartikan sebagai hari baik dan hari buruk. Dalam hidup kita, tentu ada hari yang menurut pandang kita baik dan menyenangkan. Namun, ada juga yang tidak menyenangkan dan menyusahkan. Namun, setiap hari, entah itu baik atau buruk, merupakan hari yang telah Allah jadikan dan tentukan. Allah berdaulat atasnya.
Pengkhotbah mengingatkan kita agar melihat hari baik dengan penuh ucapan syukur, sebab kebaikan Tuhan nyata kepada kita dan kita bisa bersukacita atasnya. Namun sebaliknya, pengkhotbah mengajarkan kita agar tetap mengingat Allah walaupun hari sedang buruk. Kedua hal ini diberikan oleh Allah agar manusia tidak dapat memastikan apa yang akan terjadi ke depannya. Dengan begitu, manusia akan selalu bergantung kepada Allah setiap hari. Bayangkan jikalau manusia dapat memastikan hari depan sehingga manusia bisa mewujudkan atau mencegah masa depan. Manusia menjadi “tuhan” atas dirinya. Dengan kata lain, manusia tidak lagi bergantung kepada Tuhan karena baginya hari esok sudah terjamin secara pasti.
Sobat Cengkir, marilah kita bersyukur kepada Tuhan atas hari-hari yang Tuhan jadikan serta berikan kepada kita, entah itu baik ataupun buruk. Ingatlah bahwa Tuhanlah yang menjadikan dan menetapkan hari-hari tersebut di dalam kedaulatan-Nya yang penuh. Kita diminta untuk percaya dan bersyukur di dalamnya. (RET)
HARI BAIK ATAU HARI BURUK, SEMUA DIJADIKAN TUHAN UNTUK MENDATANGKAN KEBAIKAN BAGI KITA. MARI BERSYUKUR DAN BERSUKACITA DI DALAM TUHAN!
—————–
Informasi seputar GKI Kelapa Cengkir dapat diakses melalui :
https://linktr.ee/gkikelapacengkir
Whatsapp by http://wa.me/6281388901368
Dapatkan informasi mengenai kegiatan gereja dan pengumuman lainnya melalui warta jemaat GKI Kelapa Cengkir
