Mata Iman #2032: Timothy Anugerah dan Matinya Empati

MATA IMAN #2032
Selasa, 21 Oktober 2025

Bacaan: Yohanes 9:1-41
Nas: Jawab Yesus, ”Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi supaya pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia.” (Ayat 3)

TIMOTHY ANUGERAH DAN MATINYA EMPATI

Pedih hati ini melihat bullying yang masih terjadi di Indonesia. Walaupun banyak bukti yang menyatakan Timothy Anugerah, salah seorang mahasiswa Universitas Udayana, meninggal bunuh diri akibat perundungan. Kematiannya pun masih mendapatkan celaan.
Dalam postingan akun bernuansa Kristiani, terdapat beberapa komentar yang tegas menyatakan nirempati mereka. “Lalu gimana? Apa kita harus berempati terhadap pelaku bunuh diri? Suatu tindakan yang jelas-jelas paling bodoh dan tolol.”

Harus diakui, bahwa mungkin masih ada orang Kristen menilai bunuh diri merupakan indikasi bahwa orang tersebut bukan umat pilihan. Namun, bacaan kita hari ini mencontohkan Yesus, yang tidak sibuk mencari siapa yang salah, tetapi bagaimana seharusnya kita turut berkarya agar pekerjaan Allah tetap dinyatakan.

Berita mengenai Timothy Anugerah maupun kasus bunuh diri lainnya, bukanlah sekadar nama di linimasa, tetapi menjadi pengingat. Bagi kita yang mengetahui ada kawan dan kerabat kita yang kesulitan, atau bahkan berpikir untuk mengakhiri hidup, maka cobalah untuk hadir mendengarkan ceritanya dengan empati. Bagi kita yang merasa hidup benar dan kerap melihat dosa dalam perbuatan orang lain, marilah kita mengoreksi apa yang ada dalam lubuk hati kita. (AS)

EMPATI BUKAN LEGALISASI DOSA, TETAPI PARTISIPASI DALAM PENDERITAAN. MARILAH BEREMPATI, KARENA YESUS LEBIH DULU BEREMPATI BAGI KITA.

—————–

Informasi seputar GKI Kelapa Cengkir dapat diakses melalui :
https://linktr.ee/gkikelapacengkir
Whatsapp by http://wa.me/6281388901368

Dapatkan informasi mengenai kegiatan gereja dan pengumuman lainnya melalui warta jemaat GKI Kelapa Cengkir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *