MATA IMAN # 1793
Senin, 24 Februari 2025
Bacaan: Markus 12:28-34
Nas: Perintah yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada perintah lain yang lebih utama daripada kedua perintah ini. (Ayat 31 TB2-LAI)
STOP TOLERANSI!
Baru-baru ini di lift kantor, saya melihat seorang bapak paruh baya mengobrol dengan sebatang rokok di tangannya. Selain itu, hampir setiap pagi ada seorang ibu menari sendirian di parkiran motor kantor. Entah mengapa.
Sobat Cengkir, pernahkah dirimu bertemu dengan “orang aneh”? Siapa yang bisa menjamin kita sendiri tak pernah dianggap aneh oleh orang lain? Di gereja, kita sering bertemu orang dengan perilaku unik. Terkadang, mereka hanya ditoleransi—diizinkan ada, tapi tetap terpinggirkan.
Yesus tidak sekadar menoleransi orang-orang yang dikucilkan di zamannya; Ia mengasihi mereka. Ia makan bersama pemungut cukai, menyentuh orang kusta, dan menerima perempuan berdosa. Kasih yang Yesus teladankan lebih dari sekadar membiarkan perbedaan—kasih menyentuh hati, menembus luka, dan mengubah hidup. Itu sebabnya Tuhan Yesus tidak mengajarkan kita untuk “mentolerir” sesama, tetapi untuk mengasihi sesama.
Toleransi hanya menjaga jarak aman, tetapi kasih membangun jembatan. Daripada sekadar membiarkan, mari mengambil langkah lebih jauh—menyapa, mendengar, dan hadir bagi mereka yang kerap terpinggirkan. Mungkin bukan mereka yang perlu berubah, tetapi hati kita yang perlu diperbarui oleh kasih Tuhan. (OLV)
JANGAN HANYA MENOLERANSI, KASIHILAH!
—————
Informasi seputar GKI Kelapa Cengkir
dapat diakses melalui :
https://linktr.ee/gkikelapacengkir
Whatsapp by http://wa.me/6281388901368
Dapatkan informasi mengenai kegiatan gereja dan pengumuman lainnya melalui warta jemaat GKI Kelapa Cengkir
