
Yehezkiel 34:11-16, 20-24; Mazmur 95: 1-7a; Efesus 1:15-23; Matius 25:31-46
Minggu ini, kita dipanggil untuk merenungkan makna menjadi ‘Domba dari Kristus Sang Raja’. Dalam kehidupan kita sebagai umat Kristiani, kita diingatkan untuk hidup sebagai domba yang taat mengikuti tuntunan Yesus, Sang Raja yang juga Gembala kita. Dalam Yehezkiel, kita melihat bagaimana Tuhan sendiri menyatakan bahwa Dia akan menjadi Gembala bagi domba-domba-Nya. Dia mencari yang hilang, memulihkan yang sakit dan menguatkan yang lemah. Ini mengingatkan kita bahwa dalam setiap situasi, Tuhan selalu hadir untuk menggembalakan kita.
Dalam surat kepada jemaat di Efesus, Paulus mendoakan agar mereka memiliki kebijaksanaan dan pengenalan akan Tuhan. Ini mengingatkan kita bahwa sebagai domba Kristus, kita perlu terus tumbuh dalam pengetahuan dan pengertian akan siapa Dia dan kehendak-Nya bagi hidup kita.
Injil Matius menggambarkan Kristus sebagai Raja yang akan datang dalam kemuliaan-Nya. Bagian ini menekankan bagaimana Kristus, Sang Raja, mengidentifikasi diri-Nya dengan yang terkecil di antara kita – “segala sesuatu yang kamu lakukan kepada salah satu dari saudara-saudara-Ku yang paling hina, kamu lakukan kepada-Ku.”
Menjadi domba Kristus berarti hidup dalam kepatuhan dan kepercayaan pada-Nya. Kita diajak untuk aktif mendengarkan suara-Nya, mengikuti tuntunan-Nya, dan membuka hati kepada mereka yang membutuhkan. Sebagai domba dari Kristus Sang Raja, kita diingatkan untuk tidak hanya menjadi pendengar tetapi juga pelaku firman-Nya dalam kehidupan kita sehari-hari.
Mari kita renungkan: Bagaimana kita sebagai ‘domba’ bisa lebih mendalami hubungan kita dengan Kristus Sang Raja dan Gembala? Bagaimana kita bisa lebih mencerminkan kasih dan belas kasihan-Nya kepada orang-orang di sekitar kita? Dalam menghidupi panggilan ini, semoga kita selalu mengingat bahwa kita berada di bawah penggembalaan Sang Raja, Yesus Kristus, yang membimbing dan memelihara kita setiap hari. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.
Ditulis oleh Sdri. Olivia Elena Hakim
