Menghidupi Kasih sebagai Domba Kristus

Domba-Nya: Digiring Allah dengan Kasih

Gembala dan Domba-Nya
Yehezkiel 34: 11—16, 20—24; Mazmur 95: 1—7a; Efesus 1: 15-23; Matius 25: 31—46

Kriteria yang digunakan oleh Sang Raja di atas segala raja untuk menilai seseorang masuk ke dalam kelompok domba (yang ditempatkan di sebelah
kanan-Nya) ataukah kelompok kambing (yang ditempatkan di sebelah kiri-Nya) ialah: “Apakah engkau peduli kepada sesamamu yang paling hina?”

Kita, sebagai anak-anak Allah yang merupakan domba dari Yesus, Tuhan kita senantiasa digiring oleh-Nya untuk hidup seturut firman Tuhan. Yesus sebagai Gembala yang baik menuntun domba-domba yang dimiliki-Nya melalui teladan kasih Kristus. 

Mengasihi erat kaitannya dengan hati yang mengampuni. Namun, bagaimana beratnya rasa seseorang untuk memaafkan pihak yang bersalah? Lukisan karya Agnus Karabov menyuguhkan gambar satu anak domba bersama tujuh serigala yang menggigitnya. Terselip keunikan dari gambaran tersebut. Domba putih yang seharusnya memancarkan kesedihan karena sakitnya justru tersenyum. Sementara, ada satu serigala yang nampak berbeda dari serigala lainnya–ia meneteskan air mata. Di sisi lain, penelitian di Australia mengungkapkan anti bisa ular yang terbuat dari darah domba. Hal-hal demikian mengingatkan pada Yesus, Anak Domba Allah yang teramat mengasihi kita, orang berdosa hingga mati di kayu salib untuk menebus dosa anak-anak-Nya.

Benar adanya bahwa “mengasihi” dan “mengampuni” adalah dua hal yang berdekatan. 

Iman, Pengharapan, dan Kasih. Yang terutama dari ketiga itu ialah Kasih. Seperti halnya Kristus mengasihi dan mengampuni, kehendak-Nya bagi domba-domba yang Ia gembalai mau memiliki hati yang meneladani-Nya di dalam kehidupan yang kita jalani.

Pengajaran Yesus tentang penghakiman yang dilakukan oleh Sang Raja di atas segala raja bukan untuk menakut-nakuti para pendengar-Nya, melainkan untuk mengajak para pendengar-Nya agar menyatakan iman kepada Allah melalui perbuatan aktif dan nyata, yaitu mengasihi sesama.

Marilah kita menjadi domba dari Kristus Sang Raja dengan melakukan ketiga hal berikut.
1. Dengarkan dan lakukanlah firman Allah. Janganlah mengeraskan hati terhadap firman Allah (Mazmur 95:7b–8).
2. Jalanilah kehidupan ini sebagai orang yang berpengharapan di dalam Tuhan Yesus Kristus karena Dia lebih berkuasa dari apa pun dan siapa pun (Efesus 1:18–22)
3. Pedulilah kepada sesama karena Allah senantiasa peduli kepada kita (Yehezkiel 34:15–16 dan Matius 25:40)

Ringkasan Khotbah Pdt. Gatot Pujo Tamtama

Disunting oleh Ezra Epiphania

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *