Proses Duka – Apa yang melanda dan timbul karenanya. Pernah, nggak, sih merasakan duka karena kehilangan sesuatu? Misalnya, kehilangan barang favorit kalian secara tiba-tiba. Hal ini tentunya akan membuat kalian bersedih tetapi, bagaimana jika kita kehilangan teman atau keluarga kita yang berharga? Tentunya, kita akan mengalami duka yang mendalam. Proses apa yang dialami selama itu?
Munculnya Sesuatu yang Disebabkan Duka
Kali ini kita akan membahas bagaimana memproses duka dalam diri kita secara sehat. Kedukaan ini dapat memberikan berbagai macam efek kepada kita. Berikut berbagai macam pernyataan mengenai kedukaan.
1. Kedukaan dapat menyebabkan seseorang mengalami stress dan tidak produktif
2. Kedukaan dalam keluarga dapat menyebabkan pasangan suami-istri bercerai
3. Proses sedih akibat kedukaan bisa hilang dengan sendirinya seiring berjalannya waktu
4. Proses kedukaan dapat diselesaikan dengan berdoa dan bersyukur
Pernyataan mengenai Duka
Bagaimana tanggapan kalian mengenai pernyataan di atas? Apakah relate ke pengalaman hidup kalian? Kira-kira apakah kita pernah merasakan sakit, sedih, takut, dan kehilangan orang yang kita kasihi? Sudah berapa banyak teman atau saudara kita yang pergi mendahului kita? Di sini kita tidak akan membahas mengenai jumlah kerabat kita yang telah meninggal. Kita akan membahas mengenai bagaimana cara kita memproses kedukaan dialami agar tidak menyebabkan sakit yang berkepanjangan.

Akibat Duka
Teman-teman semua, kita tidak bisa menghindari emosi yang tercipta akibat mengalami peristiwa yang membuat kita berduka. Mengapa demikian? Suatu peristiwa datang secara tiba-tiba dan tidak mampu ditebak. Jika kita mengalami duka, sebagian dari kita biasanya akan merasa malu dan tidak enak hati untuk menceritakannya ke orang lain, tidak menutup kemungkinan orang tua kita sendiri. Hal itu mungkin saja terjadi karena dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari rasa tidak percaya hingga tidak aman yang tercipta dari hati kita.
Posisi selama Duka
Kita juga bisa menjadi teman atau sahabat bagi orang yang mengalami duka karena ketika kita menjadi seseorang yang peduli kepada kedukaan orang lain, maka ke depannya ketika kita mengalami kedukaan orang lain juga akan peduli kepada kita. Mengapa bisa demikian? Hal ini dikarenakan energi baik yang kita berikan kepada orang lain akan berbalik kepada diri kita sendiri.
Beban yang Semakin Berat selama Duka
Terkadang, ketika kita sedang berada dalam fase kedukaan, kita merasa bahwa kita mampu melewatinya dengan mudah. Hal ini dikarenakan sudah tertanam di otak kita bahwa rasa sedih tersebut akan menghilang setelah 1–2 bulan berlalu. Faktanya, ketika kita menghadapi fase kedukaan tersebut, semua masalah yang kita hadapi terasa jauh lebih berat dan impossible untuk diselesaikan.
Proses Duka: Rindu Menyatakan Cinta
“Grief, I’ve learned, is really just love. It’s all the love you want to give but cannot. All that unspent love gathers up in the corners of your eyes, the lump in your throat, and in that hollow part of your chest. Grief is just love with no place to go” - Jamie Anderson
Proses Duka: Kasih yang Sangat Ingin Diberi saat Duka
Kata-kata dari Jamie Anderson ini menggambarkan perjalanannya ketika beliau mengalami fase kedukaan atau yang disebut grief. Jadi, yang dipelajari tentang grief ini adalah bahwa saat ini kamu tidak memiliki segalanya tetapi, yang kalian punya adalah cinta. Cinta yang bisa tergambarkan dari air mata atau rasa sakit yang terjadi di leher kalian karena kalian sering menangis merupakan bentuk cinta kita terhadap orang yang sudah mendahului kita karena hanya itu yang kalian bisa berikan kepada mereka yaitu, cinta/kasih.

Proses Duka
Nah, Teman-teman, jika kalian bingung bagaimana cara memproses duka kita secara sehat, maka cara ini mungkin dapat membantu teman-teman semua:
1. Find your support group
2. Seeking professional help “Anxiety is the missing stage of grief”
3. Last, but not least. Take your time with God and “tell Him”
Injil: Proses Merenung selagi Mengalami Duka
Membahas tentang kedukaan, ada beberapa injil alkitab mengenai kedukaan, antara lain sebagai berikut.
Proses Duka: Maut tidak Mengentikan Sukacita Kebangkitan
1. Yohanes 11: 25-26
Jawab Yesus:
“Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa yang percaya kepada-ku, ia akan hidup
walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepadaku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?”
Proses Duka: Tidak Sia-sia
2. Mazmur 116: 15
“Berharga di mata TUHAN kematian semua orang yang dikasihi-nya”
Proses Duka: Bukan Maut, Melainkan Tetap di Tangan-Nya
3. Wahyu 14: 13
“Dan aku melihat: sesungguhnya, ada suatu awan putih, dan di atas awan itu duduk seorang seperti Anak Manusia dengan sebuah mahkota emas di atas kepala-Nya dan sebilah sabit tajam di tangan-Nya.”
Proses Duka: Janganlah Takut
4. Matius 10: 28
“Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka.”
Proses Duka: Di dalam Kristus – Hidup dan Mati (Bukan tentang Kebinasaan)
5. Ibrani 9: 27
“Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi.”
Proses Duka: Kutipan tentang Penghiburan
Menurut Elisabeth Kubler-Ross “The reality is that you will grieve forever. You will not ‘get over’ the loss of the loved one: you will learn live with it. You will heal and you will rebuild yourself around the loss you have suffered. You will be whole again but you will never be the same. Not should be the same not would you want to.”
Proses Duka: Penutup
Semoga artikel ini dapat membantu setiap orang untuk berproses dan bertumbuh di dalam kehidupan. Kata-kata yang di atas bisa menjadi contoh untuk melewati fase-fase kedukaan yang dialami agar mampu mengatasi masalah kedukaan tersebut dan tidak berlarut dalam kesedihan. Tuhan Yesus memberkati.
Disunting oleh Ezra Epiphania

