Gereja yang Terlibat dalam Pembangunan Negara

Mungkin sebagian dari kita agak lelah mendengar atau membaca berbagai pemberitaan tentang lucunya negeri ini dengan berbagai kasus negatif yang dilakukan oleh pejabat negara. Walaupun kecewa, kita perlu ingat bahwa gereja memiliki peran penting dalam membentuk masyarakat dan bangsa. Dalam konteks ini, gereja bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga menjadi institusi yang mendorong perkembangan dan pembangunan negara. Maka mari kita pahami pentingnya keterlibatan gereja dalam pembangunan negara.

 

Definisi dan Kedudukan Gereja

Gereja perlu memahami identitas dan juga posisinya di dalam negara, karena kita adalah bagian dari negara ini dan harus memberikan kontribusi juga.

Gereja dalam Konteks Agama

Gereja adalah komunitas umat Kristen yang terorganisasi. Tempat di mana mereka berkumpul untuk beribadah, belajar, berdoa, dan melayani sesama. Di dalamnya tentu terdapat setiap individu termasuk kita, dengan beragam latar belakang, termasuk pandangan politik yang mungkin juga berbeda.

Gereja dalam Konteks Negara

Dalam konteks negara, gereja memiliki peran sebagai agen perubahan sosial. Sebagai bagian dari masyarakat, gereja memiliki peran untuk mendukung dan membantu pembangunan negara. Hal ini didasarkan kembali pada identitas kita, yaitu “ekklesia” atau dipanggil keluar, karena kita adalah “garam” dan “terang” dunia. Kita perlu turut serta berperan dalam pembangunan negeri ini.

Gereja Punya Peran Terlibat dalam Pembangunan Negara, pict by canva.com

Peran Gereja dalam Pembangunan Negara

Karena Tuhan menempatkan kita di Indonesia, tentunya Tuhan memiliki maksud dan tujuan, yaitu agar kita juga berpartisipasi dalam pembangunan negara. Maka ada beberapa hal yang dapat kita lakukan.

Pemilihan Pemimpin

Gereja dapat berperan aktif dalam memberikan pemahaman kepada jemaat tentang pentingnya memilih pemimpin yang tepat. Pemilihan pemimpin yang adil dan bijaksana sangat penting untuk mencapai pembangunan yang berkelanjutan, terlebih pada tahun 2024 nanti kita akan memilih sosok pemimpin baik di ranah legislatif maupun eksekutif. Maka lakukan sosialisasi mengenai esensi dari pemimpin yang tepat bagi bangsa kita.

Keluaran 18:21 mengatakan bahwa mereka yang layak dipilih sebagai pemimpin haruslah “orang-orang yang cakap dan takut akan Allah, orang-orang yang dapat dipercaya, dan yang benci kepada pengajaran suap.” Ketika kita menggunakan hikmat dalam pemimpin, maka pemimpin yang tepat akan melayani masyarakat tanpa memandang golongan masyarakat tertentu.

Penghindaran Konflik

Gereja harus membantu jemaatnya untuk tidak mudah tersulut konflik, terutama yang berkaitan dengan perbedaan golongan. Tentu dalam masa kampanye nanti ada perbedaan pandangan yang mungkin menimbulkan perdebatan. Sikap toleransi dan penghargaan terhadap perbedaan adalah kunci dalam menciptakan harmoni di masyarakat.

Tuhan Yesus menyampaikan dalam Matius 5:9 bahwa, “Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.” Saat masyarakat saling bertengkar satu sama lain, kiranya gereja tidak memperkeruh suasana, melainkan membawa damai sejahtera dari Allah.

Pengawasan Pemimpin

Selain memilih pemimpin, gereja juga harus mengajak jemaatnya untuk aktif mengawasi kinerja pemimpin. Pengawasan ini penting untuk memastikan bahwa pemimpin menjalankan tugasnya dengan baik dan bertanggung jawab. Maka tugas kita tidak hanya berhenti setelah turut dalam pemilu, melainkan juga terlibat memantau kinerja mereka dan memberikan kritik.

Dalam Yesaya 1:17 disampaikan, “Belajarlah untuk berbuat baik; carilah keadilan, hentikanlah penindasan, bela yang berhak dipela, tolonglah anak yatim, bela hak janda.” Sebagai gereja kita perlu melakukan hal tersebut dan meminta pemerintah untuk melakukan keadilan dan membela masyarakat yang lemah.

Gereja Perlu Mengedukasi Jemaat untuk Menghindari Sikap Apatis

Menghindari Sikap Apatisme

Sikap acuh tak acuh atau tidak peduli terhadap hal-hal yang terjadi di sekitar, perlu dihandiri oleh gereja. Sikap ini dapat menghambat perkembangan dan pembangunan masyarakat dan negara. Sikap apatis dapat berdampak negatif pada pembangunan negara. Jika masyarakat apatis, mereka tidak akan peduli dengan apa yang terjadi di sekitar mereka, termasuk tindakan yang dilakukan oleh pemimpin mereka.

Gereja dapat memainkan peran penting dalam membantu jemaat menghindari sikap apatis. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan pendidikan dan pemahaman tentang pentingnya keterlibatan dalam masyarakat dan negara.

 

Kesimpulan

Peran gereja dalam pembangunan negara sangat penting. Dengan berbagai upaya, seperti membantu dalam pemilihan pemimpin, menghindari konflik, dan mengawasi kinerja pemimpin, gereja dapat membantu masyarakat dan negara dalam mencapai pembangunan yang berkelanjutan. Mari Sobat Cengkir, turutlah terlibat dalam pembangunan negara.

You May Also Like

About the Author: gkikelapacengkir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *