MATA IMAN #847
Minggu, 24 Juli 2022
Bacaan: Lukas 11:1-13
Nas: Pada suatu kali Yesus sedang berdoa di salah satu tempat. Ketika Ia berhenti berdoa, berkatalah seorang dari murid-murid-Nya kepada-Nya: “Tuhan, ajarlah kami berdoa, sama seperti yang diajarkan Yohanes kepada murid-muridnya.” (ayat 1)
TUHAN AJARLAH KAMI BERDOA
Seseorang berdoa agar Tuhan menyertai perjalanannya. Sebuah keluarga berdoa supaya Tuhan melindungi mereka dari segala mara bahaya. Sebuah jemaat berdoa agar Tuhan memampukan jemaat untuk menjadi berkat bagi sesama. Namun, pernahkah kita berdoa agar Tuhan mengajar kita berdoa?
Saat itu, para murid Yesus berasal dari bangsa Yahudi. Bagi orang Yahudi, berdoa merupakan bagian dari rutinitas sehari-hari. Namun, seorang dari para murid Yesus memohon: “Tuhan, ajarlah kami berdoa.” Hal itu menyiratkan pengakuan bahwa berdoa ada faedahnya dan setiap orang perlu terus-menerus belajar berdoa dengan benar. Terhadap permintaan tersebut, Yesus menanggapinya dengan mengajarkan sebuah doa yang singkat dan padat. Doa yang diajarkan oleh Yesus hanya memuat lima hal. Dua hal berisi pengharapan yang meliputi dikuduskanlah nama-Mu dan datanglah kerajaan-Mu. Tiga hal berisi permohonan bagi kebutuhan dasar para murid yang mencakup makanan, pengampunan dan perlindungan.
Doa kita sebagai para murid Kristus di masa kini hendaklah seperti percakapan yang intim antara Yesus dan Sang Bapa. Di dalam keakraban relasi antara Allah dan manusia di dalam Yesus Kristus, kita menyampaikan pengharapan yang terdalam dan kebutuhan yang mendasar. Marilah kita berdoa kepada Allah dengan sikap percaya bahwa Ia akan memberikan yang terbaik buat kita. (GPA)
MARILAH KITA TEKUN BERDOA DAN BERUPAYA KARENA ALLAH SENANTIASA MENYERTAI KITA
Informasi seputar GKI Kelapa Cengkir
dapat diakses melalui :
https://linktr.ee/gkikelapacengkir
Whatsapp by wa.me/+6281388901368

