Mata Iman #742: BUKAN CINTA MUSIMAN

MATA IMAN #742
Minggu, 10 April 2022

Bacaan: Lukas 19:28-44
Nas : Kata-Nya: “Wahai, betapa baiknya jika pada hari ini juga engkau mengerti apa yang perlu untuk damai sejahteramu! Tetapi sekarang hal itu tersembunyi bagi matamu”. (ayat 42)

BUKAN CINTA MUSIMAN

Kita pernah mendengar sebuah pepatah yang berbunyi “ada uang abang disayang, tak ada uang abang ditendang”. Bukan cinta yang tulus atau murni, namun cinta yang tergantung fulus, situasi dan kondisi. Bahkan senyuman yang semula manis, berubah menjadi seringai bengis dan sinis.

Hari ini adalah Minggu Pra Paskah ke-6, yang mengandung dua situasi berbeda, yaitu Minggu Palma dan Minggu Sengsara. Di satu sisi, teriakan pujian disertai lambaian daun palem mengelu-elukan Yesus yang duduk di atas keledai memasuki Yerusalem. Di sisi lain, Yesus justru menangisi Yerusalem karena tahu bahwa tak lama lagi teriakan pujian kepada-Nya itu akan berubah menjadi teriakan kemarahan. Gema “Hosana” akan berubah menjadi paduan suara ” Salibkan Dia”. Yesus menangisi kegagalan penduduk Yerusalem dalam memahami misi Allah yang diemban-Nya. Mereka menolak mengerti bahwa Yesus datang bukan untuk menyelamatkan bangsa Israel dengan menjadi raja mereka, namun untuk menyelamatkan dunia. Mereka dibutakan oleh keinginan berdasarkan kedegilan hati sendiri, sehingga damai sejahtera yang dibawa Yesus gagal dinikmati. Dan pujian kepada Yesus pun berubah menjadi kebencian.

Sobat Cengkir, selamat merayakan Minggu Palmarum. Semoga daun palem yang hari ini kita lambaikan benar-benar merupakan lambang bahwa kita memuji dan memuliakan Tuhan Yesus dalam segala situasi. Bahwa kita akan terus lanjut mengikuti-Nya dan meneladani-Nya, walaupun musim kehidupan tidak selalu sama. (SLS)

YESUS TUHANKU,
HANYA KAU YANG LAYAK DISEMBAH DAN DIMULIAKAN.
DALAM SENANG DAN SUSAHKU,
KAU TETAP RAJA DAMAI YANG BERKUASA ATAS HIDUPKU.

——————
Informasi seputar GKI Kelapa Cengkir
dapat diakses melalui :
https://linktr.ee/gkikelapacengkir
Whatsapp by wa.me/+6281388901368

You May Also Like

About the Author: gkikelapacengkir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Fatal error: Uncaught wfWAFStorageFileException: Unable to save temporary file for atomic writing. in /home/u7049137/public_html/wp-content/plugins/wordfence/vendor/wordfence/wf-waf/src/lib/storage/file.php:34 Stack trace: #0 /home/u7049137/public_html/wp-content/plugins/wordfence/vendor/wordfence/wf-waf/src/lib/storage/file.php(658): wfWAFStorageFile::atomicFilePutContents('/home/u7049137/...', '<?php exit('Acc...') #1 [internal function]: wfWAFStorageFile->saveConfig('livewaf') #2 {main} thrown in /home/u7049137/public_html/wp-content/plugins/wordfence/vendor/wordfence/wf-waf/src/lib/storage/file.php on line 34