MATA IMAN #729
Senin, 28 Maret 2022
Bacaan: Matius 5:1-12
Nas: Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. (ay 5).
LEMAH LEMBUT
Tidak mudah untuk memahami makna lemah lembut. Sikap lemah lebut tidak sama dengan lemah lunglai apalagi lemah gemulai. Orang yang memiliki karakter kuat bisa bersikap lemah lembut. Musa adalah salah satu tokoh Alkitab Perjanjian Lama yang memiliki sikap lemah lembut. Padahal dia memiliki karakter yang sangat kuat dan itu sangat penting untuk seorang pemimpin militer Mesir. Diperlukan 40 tahun untuk mengubah hati Musa, dari hati seorang pangeran Mesir menjadi hati seorang gembala.
Orang yang lemah lembut adalah orang yang dengan rela tunduk kepada Allah, tidak mengeraskan hati menolak petunjuk dan rancangan Allah. Kelemahlembutan merupakan karakteristik penting di dalam Kerajaan Allah. Oleh karena itu Yesus mengatakan bahwa: “Berbahagialah orang yang lemah lembut.” Allah kadang bahkan sering kali dengan penuh kesabaran membentuk dan mengubah seseorang menjadi orang yang lemah lembut sebelum memakainya menjadi saluran berkat bagi orang lain.
Jika kita bersikap lemah lembut di hadapan sesama dan memberikan diri kita untuk dibentuk Allah menjadi pribadi yang sesuai dengan rancangan-Nya, maka kebahagiaan sorgawi akan kita nikmati sekarang di bumi ini maupun kelak di langit dan bumi yang baru. Pada saat kita membiarkan diri kita dibentuk Allah, maka kita sedang bergerak mencapai tujuan kehidupan rohani kita, yaitu hidup menyatu dengan Allah. Itulah kebahagiaan sorgawi sejati. (ENO)
LAKUKANLAH SEGALA SESUATU DENGAN SIKAP LEMAH LEMBUT, DENGAN KEBAIKAN DAN DENGAN HORMAT. BEGITULAH CARA KASIH KARUNIA BERGERAK. (Heather K. O’Hara).
——————
Informasi seputar GKI Kelapa Cengkir
dapat diakses melalui :
https://linktr.ee/gkikelapacengkir
Whatsapp by wa.me/+6281388901368

