MATA IMAN #698
Jumat 25 Februari 2022
Bacaan: Matius 11: 25-27
Nas: Pada waktu itu berkatalah Yesus: “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. (Ayat 25)
BAYI
Akisah dua orang kakek duduk di taman sambil bercengkrama mengenang masa muda. “Dulu aku masih kuat kerja seharian…sekarang aku sudah tua, kerjanya sakit-sakitan melulu,” ujar kakek A. “Apakah kamu juga merasakan hal yang sama?” Kakek B senyum-senyum. “Walah, kalau aku sih merasa seperti bayi yang baru lahir!” “Kok bisa?” Kakek A terheran-heran. “Iya,” sahut kakek B. “Botak, ompong, dan suka ngompol!”
Bacaan hari ini merupakan bagian dari ajaran Kristus pada murid-muridNya. Dalam perikop sebelumnya, Ia mengecam beberapa kota yang mengeraskan hati mereka, meskipun Kristus telah mengajar dan mengadakan banyak mukjizat di sana. Segala kebajikan yang Ia ajarkan seakan masuk telinga kanan langsung keluar telinga kiri. Yang menarik, komentar positif justru diberikan pada “orang kecil” yang dalam bahasa aslinya memakai istilah nephios yang berarti bayi.
Bayi identik dengan lemah dan rapuh. Rewel dan merepotkan. Tetapi bayi dalam konteks ini adalah lambang kepasrahan dan penyerahan diri. Kristus berkata, pengetahuan sejati diberikan bukan kepada orang yang sudah merasa dirinya pintar atau bijak, tetapi justru kepada “bayi” yang menyadari ketidakberdayaannya dan hidup bergantung pada Allah. Mari kita belajar untuk hidup sebagai bayi-bayi rohani, yang siap menerima dan belajar akan hikmat kebijaksanaan dari Tuhan. (OLV)
Kesombongan pribadi menjauhkan kita dari kebenaran.
——————
Informasi seputar GKI Kelapa Cengkir
dapat diakses melalui :
https://linktr.ee/gkikelapacengkir
Whatsapp by wa.me/+6281388901368

