Mata Iman #204: Tanda Seru, Titik Dan Komunikasi Lintas Budaya

MATA IMAN #204

Bacaan: Amsal 15:1-4
Nas: Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman, tetapi perkataan yang pedas membangkitkan marah (ayat 1).

TANDA SERU, TITIK DAN KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA

Whatsapp sudah menjadi bagian hidup kita sehari-hari. Berbeda dengan saat dipakai dalam artikel tulisan untuk mengakhiri satu kalimat, tanda titik ditafsirkan sebagai nada bicara yang dingin atau ketus. Sebaliknya, tanda seru menunjukkan antusiasme atau bermakna positif. Hati-hati juga dengan salah ketik, agar tidak salah paham. Misalnya saat seorang ibu mengirim pesan: “Kamu sudah makan? Ada nasi dan lauk di meja makan” maksudnya si anak menjawab: “Ya udah tau” tetapi karena buru-buru, huruf U dan I berdekatan, yang terketik di akhir malah huruf I dan langsung pencet “Send”, jadilah pertengkaran karena typo.

Dari penelitian etnografi mengenai gaya komunikasi pada masyarakat Betawi, terungkap bahwa Komunikasi Non Verbal (ekspresi wajah, intonasi dan gestur) lebih dulu dinilai dan lebih bermakna dibanding isi pesannya, yang mencakup pembawaan dan nada suara ramah, senyum, gestur mengangguk atau agak menunduk, menyapa dengan panggilan seperti Mpok, Bang, Kong atau Mak, lalu disertai nama pertama, dan percakapan yang fleksibel, yang sesekali disertai tepukan ke pundak atau senggol lengan secara halus antar sesama jenis, berusia sebaya dan sudah akrab.

Kitab Amsal yang berisi  koleksi pepatah atau peribahasa berusaha  meyakinkan dan mengajak manusia pada suatu cara hidup yang benar. Sebuah prinsip yang selalu relevan termasuk dalam berbicara yaitu kasih. Di dalam  kasih ada kelemahlembutan, keramahan dan sikap menghormati yang harus selalu kita terapkan, termasuk ketika kita berkomunikasi.

Komunikasi muka, ada etikanya. Pada prinsipnya, jika ingin direspons baik, mulailah dengan sikap yang juga baik, serta kenali siapa yang Anda ajak bicara. Pikir dahulu sebelum bersuara, baca lagi setelah mengetik dan sebelum mengirim pesan. (YOD)

==

Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang. (Kolose 4:6)

==

Baca juga: https://amp.kompas.com/internasional/read/2015/12/14/144000031/Hati-hati.dengan.Tanda.Titik.Saat.Chatting

———————-
Informasi seputar GKI Kelapa Cengkir dapat diakses melalui :
Whatsapp by wa.me/+6281388901368
Website (http://gkikelapacengkir.org)
Instagram (@gkikelapacengkir)

You May Also Like

About the Author: gkikelapacengkir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *