Mata Iman #183: Berhala Atau Bukan?

MATA IMAN #183

Bacaan: Keluaran 20:3-6
Nas: Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku (ayat 3).

BERHALA ATAU BUKAN?

Tuhan pernah menyuruh Musa membuat patung ular perunggu (LAI menyebutnya sebagai ular tembaga, seharusnya “bronze” diterjemahkan “perunggu”) dan setiap orang yang memandangnya menjadi sembuh dan tetap hidup (Bilangan 21:4-9), hal itu menjadi pengingat akan kedatangan Yesus, yang kelak akan ditinggikan dan semua yang mengimani-Nya menjadi diselamatkan. Namun berabad-abad kemudian, ular perunggu tersebut diberi nama Nehustan dan menjadi berhala, yang kemudian dimusnahkan oleh Raja Hizkia (2 Raja-raja 18:4).
Dari dua kisah tersebut, sebuah obyek yang sama dapat mengingatkan akan Tuhan dan sebaliknya menjadi berhala, bergantung kepada manusianya dan cara memperlakukannya.

Larangan untuk membuat patung dan menyembahnya (ayat 4-6) merupakan petunjuk pelaksanaan dari perintah jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku (ayat 3). Yang dilarang dengan amat keras yaitu semua bentuk pemberhalaan, baik dengan patung maupun tanpa patung.

Ponsel atau komputer yang saat ini layarnya Anda tatap, bisa membantu Anda beribadah; seperti sekarang, saat dipakai membaca renungan; tetapi bisa juga untuk hal-hal lain yang mungkin rutin Anda delete dari browsing history karena malu jika ketauan, atau membuat Anda lupa berdoa karena kecanduan main game, misalnya. Demikian juga segala hal yang ada dalam hidup kita. Bagaimana kita mengelola waktu, talenta serta harta yang Tuhan percayakan; mengutip frasa dari sebuah iklan, mari kita renungkan “Di usia saya, semua ini, buat saya?” lalu apa dong yang buat Tuhan? Menjadikan sesuatu berhala atau bukan, tergantung semangat yang ada di balik suatu tindakan. (YOD)

==

Selama engkau sangat menginginkan atau menyayangi hal apapun jauh melebihi Tuhan, itu merupakan berhala. (Albert Benjamin Simpson)

==

Catatan:

Simbol ular melilit di kayu menjadi identik dengan pengobatan atau kesehatan, dijadikan lambang IDI (Ikatan Dokter Indonesia) dan apotik; diyakini bersumber dari kisah ular perunggu; namun beberapa sumber juga menyebutkan simbol itu berasal dari mitologi Yunani. Untuk bacaan penambah wawasan: https://bobo.grid.id/amp/081651657/ular-dan-tongkat-jadi-lambang-kesehatan-inilah-cerita-di-baliknya

——————————–
Informasi seputar GKI Kelapa Cengkir dapat diakses melalui :
Whatsapp by wa.me/+6281388901368
Website (http://gkikelapacengkir.org)
Instagram (@gkikelapacengkir)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *