Kristus Raja Semesta

(Yeremia 23:1–6; Mazmur 46; Kolose 1:11–20; Lukas 23:33–43)
23:3 Dan Aku sendiri akan mengumpulkan sisa-sisa kambing domba-Ku dari segala negeri ke mana Aku menceraiberaikan mereka, dan Aku akan membawa mereka kembali ke padang  mereka: mereka akan berkembang biak dan bertambah banyak. 23:4 Aku akan mengangkat atas mereka gembala-gembala e  yang akan menggembalakan mereka, sehingga mereka tidak takut lagi, tidak terkejut dan tidak hilang seekorpun, demikianlah firman TUHAN.

1:15 Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan 1:16 karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu , yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia. 
...Ia berkuasa atas segalanya. Berbeda, sungguh, raja-raja yang ditemui di dunia punya batasan atas apa yang dipimpin. Jika di dalam drama Korea, mereka--raja mempunyai hal eksklusif, diperhatikan keamanannya, bahkan ada yang mementingkan diri sendiri. Yesus, Tuhan kita yang melindungi kita di dalam tangan-Nya, Ia tidak butuh diselamatkan oleh pribadi lain karena Pribadi milik-Nya sendiri yang merupakan Juruselamat bagi semua bangsa.

Mengetahui bagaimana Kristus sebagai Raja dapat dimulai dari penelusuran Alkitab kembali. Masih kah ingat dengan banyaknya orang yang mengolokolok Yesus dengan kata-kata “kalau engkau Raja, selamatkanlah dirimu sendiri”?

23:35 Orang banyak berdiri di situ dan melihat semuanya. Pemimpin-pemimpin mengejek Dia, katanya: “Orang lain Ia selamatkan, biarlah sekarang Ia menyelamatkan diri-Nya sendiri, jika Ia adalah Mesias, orang yang dipilih Allah.” 23:36 Juga prajurit-prajurit mengolok-olokkan Dia; mereka mengunjukkan anggur asam kepada-Nya 23:37 dan berkata: “Jika Engkau adalah raja orang Yahudi, selamatkanlah diri-Mu!”

Demikian adanya bak gambaran raja dunia menempel di diri Yesus. Padahal, pemahaman demikian mewujudkan jarak akan pengenalan-Nya oleh kita. Penjahat yang ada di sebelah Yesus mempunyai cara pandang yang berbeda.

Lukas 23:42

“Lalu ia berkata: ‘Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja.'”

Penjahat ini mengimani Yesus sebagai Raja semesta yang tak dibatasi oleh tempat dan waktu. Maka, saat kematian sudah di depan mata, iman penjahat ini justru bulat bersama Yesus. Respons Yesus dalam Lukas 23:43

“Kata Yesus kepadanya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.”

Yesus tidak menyelamatkan diri, melainkan menyelamatkan penjahat yang sudah mengimani-Nya dengan benar.

Perbedaan sangat jelas antara menyelamatkan diri dan menyelamatkan orang lain itulah yang menjelaskan bagaimana raja dunia dan Yesus Kristus sebagai Raja atas segala rasa. Selama ini mana yang kita imani? Selamat merenungkannya. Tuhan Yesus memberkati.

(Pdt. Winner Pananjaya pada Ibadah Umum 24 November 2019)

Disunting oleh Ezra Epiphania

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *