Kristus Raja Semesta

(Yeremia 23:1-6 ; Mazmur 46 ; Kolose 1:11-20 ; Lukas 23:33-43)

Seperti apakah Yesus sebagai Raja? Kadang kita menyangka sekaligus berharap bagaikan Raja dunia. Salah satu ciri khas Raja dunia adalah fokus terhadap dirinya sendiri. Hal ini terlihat dari bagaimana orang-orang disekitarnya memperlakukan. Coba perhatikan saat Raja lewat pasti dijaga secara eksklusif. Jika ada ancaman pasti Raja itu yang diselamatkan terlebih dahulu. Raja adalah The Most Valuable Person dan selalu mendapat fasilitas super VIP.

Maka tak heran orang banyak memperolok Yesus dengan kata-kata “kalau engkau Raja, selamatkanlah dirimu sendiri”. Gambaran Raja dunia menempel di diri Yesus. Kita juga terkadang menempelkan gambaran itu ke Yesus, sehingga ada gap yang jauh dan hirarki yang kuat karena kita menempatkan Yesus di tahta kerajaan. Akibatnya relasi kita dengan Yesus juga berjarak.

Berbeda dengan kebanyakan orang. Penjahat yang ada di sebelah Yesus ada yang mempunyai cara pandang yang berbeda. Lukas 23:42 Lalu ia berkata: “Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja.” Penjahat ini mengimani Yesus tidak hanya sebagai raja dunia tapi lebih dari itu Yesus sebagai raja semesta yang tak dibatasi oleh tempat dan waktu. Maka saat kematian sudah di depan mata iman penjahat ini justru bulat bersama Yesus. dan respons Yesus : Lukas 23:43 Kata Yesus kepadanya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.” Yesus tidak menyelamatkan diri tapi menyelamatkan penjahat yang sudah mengimaninya dengan benar.

Beda yang sangat jelas antara menyelamatkan diri dan menyelamatkan orang lain itulah pembeda yang jelas antara raja dunia dan Yesus sebagai raja. Selama ini mana yang kita imani? Selamat merenungkannya…

(Pdt. Winner Pananjaya pada Ibadah Umum 24 November 2019)

You May Also Like

About the Author: gkikelapacengkir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *