(Habakuk 1:1-4, 2:1-4 ; Mazmur 37:1-9 ; 2 Timotius 1:1-14 ; Lukas 17:5-10)
Sebagai ciptaan Tuhan, manusia tidak dapat melepaskan dirinya dari Sang Pencipta. Iman menjadikan manusia terhubung dengan Allah, pencipta, pemelihara dan penyelamat hidup. Iman yang hidup adalah iman yang mewujud dalam aktivitas keseharian. Permintaan para murid, “Tambahkanlah iman kami” merupakan harapan mereka agar selalu terhubung dengan Tuhan. Keterhubungan dengan Tuhan membuat kuat.
Hal itu dialami oleh Timotius yang dididik dengan cinta, iman dan keteladanan melalui aktivitas keluarga oleh Lois dan Eunike. Dengan demikian, peran keluarga menjadi penting bagi tumbuh kembang iman dan ketangguhan menjalankan aktivitas setiap orang.
Iman dan tindakan sebagaimana disampaikan oleh Yesus kepada murid-murid-Nya perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Tindakan melayani tanpa pamrih akan terwujud bila ada cinta di sana. Cinta menjadikan setiap tindakan yang dilakukan berdampak bagi sesama dan bagi diri sendiri. Salah satu dampak bagi diri sendiri adalah iman yang ditambahkan oleh Tuhan.
NNA

