Seperti apa inkrenasi Allah?

Pertanyaan 1
Mengapa Allah tidak “bersegera” berinkarnasi dan “menunggu” sekian lama (Perjanjian lama – Perjanjian Baru)
JAWABAN:
Allah memang panjang sabar. Mazmur 103:8 “Sebab TUHAN pengasih dan penyayang, Ia panjang sabar dan kasih-Nya berlimpah.” Allah begitu sabar kepada bangsa Israel yang tegar-tengkuk. Allah selalu membuka kesempatan bagi bangsa Israel untuk bertobat, namun ternyata siklus dosa tidak pernah berhenti. Sampai Allah yang menghentikannya sendiri bagi manusia.

Pertanyaan 2
Sebelum Allah berinkarnasi, di mana pribadi Yesus? Apakah belum ada (dulu hanya 1 pribadi)?
JAWABAN:
Dalam Perjanjian Lama konsep Allah adalah Allah yang monoteis (monos= tunggal, Theos = Tuhan). Yesus baru dinubuatkan di Perjanjian Lama. Namun bukan berarti Trinitas belum ada. Trinitas sudah muncul sejak di Perjanjian Lama, namun sangat tersirat. Misalnya di dalam Kejadian 1:1-3 kita melihat rujukan-rujukan yang berbeda kepada Allah, yaitu Allah, Allah Firman dan Allah Roh. Dalam kejadian 1:26 Allah sesuai dengan keputusan kehendak-Nya sendiri, berbicara dalam diri-Nya sendiri, untuk membentuk manusia “dalam gambar Kita.” Dalam Kejadian 11:5,7 kita membaca bahwa Allah turun untuk melihat kota dan menara Babel, dan saat berbicara, Dia berkata, “Baiklah Kita turun.”

Pertanyaan 3
Jika Allah Bapa dan Yesus adalah satu, mengapa Yesus perlu berdoa dan memohon kepada Allah? Kalau hanya karena relasi, bukankah relasi itu minimal antara 2 sosok yang berbeda? Kalau Allah berinkarnasi pada sosok Yesus, bukankah seharusnya keseluruhan Allah ada di dalam diri Yesus? Atau hanya “essence” nya Allah saja yang ada di dalam diri Yesus? Atau seperti membelah diri, jadi ada Allah dan ada Yesus? Bagaimana menjelaskan hal ini dengan logika yang masuk akal? Tapi dari penjelasan dikatakan Firman itu ada sejak awal dan bersama Allah, bagaimana menjelaskan kesatuannya?
JAWABAN:
Di dalam Yohanes 14:10 Yesus berkata, “…Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku…” dan di dalam Yohanes 10:30 Yesus mengatakan, “Aku dan Bapa adalah satu. Ayat diatas lebih lanjut dipertegas dalam ayat :”Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa” (Yohanes 14:9). Kesatuan dalam inkarnasi Allah adalah kesatuan yang utuh dan menyeluruh.
Soal doa Yesus kepada Bapa, didasari atas identitas Yesus sebagai manusia. Menariknya kita dapat melihat bagaimana Yesus yang sangat beriman. Wujud dari ketaatan dan keimanan Yesus adalah di dalam Doa. Bahwa sebagai manusia Yesus juga merasakan kelemahan, oleh karena itu Yesus berdoa kepada Allah yang memang ada di dalam dirinya sendiri. Jadi jika ditanya kenapa Yesus berdoa? Karena Yesus adalah manusia.

Pertanyaan 4
Apa perbedaan antara “inkarnasi” dan “transubstansi”
JAWABAN:
Perbedaan yang paling mencolok adalah mengenai wujud nyata dari Inkarnasi dan Transubstansi. Dalam Inkarnasi, Allah benar-benar menjadi daging dalam manusia yang bernama Yesus. Sedangkan dalam Transubstansi Roti dan Anggur berubah menjadi daging dan darah Kristus hanya esensi atau hakekatnya, wujud aslinya tidak mengalami perubahan.

Pertanyaan 5
Ketika Allah berinkarnasi di dalam diri Yesus Kristus, mengapa disebut Anak Allah? Mengapa tidak langsung disebut sebagai Allah saja?
JAWABAN:
Selain Malaikat Gabriel dan Iblis yang menyebut Yesus sebagai Anak Allah. Allah sendiri menyatakannya dalam Matius 3:17:lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.” Mengapa perlu disebut sebagai Anak Allah, karena Yesus adalah manusia. Allah memang sengaja memproklamirkan kemanusiaannya di tengah dunia.

Pertanyaan 6
Banyak orang yang belum/tidak percaya Yesus bertanya pada saya: Jika Tuhan menjadi manusia, lalu bagaimana dengan keseimbangan alam semesta? Saya belum dapat menjelaskan dengan baik pertanyaan tersebut.
JAWABAN:
Alam Semesta sepenuhnya ada didalam kuasa Tuhan. Tuhan yang “maha” kuasa bersifat kekal dan tidak terbatas, maka tidak ada yang tidak mungkin dalam kuasa Tuhan untuk tetap menjaga keseimbangan alam semesta, di saat Allah juga menjadi manusia. Namun jujur ini adalah nalar saya, karena di Alkitab tidak dijelaskan mengenai istilah “keseimbangan alam semesta”

You May Also Like

About the Author: gkikelapacengkir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *